Tenda-tenda terbuat dari bambu dan beratap terpal berdiri di area padepokan, dihuni para santri Dimas Kanjeng dari berbagai daerah bahkan dari luar Jawa.
Daripantauandetikcom, di tenda itu para santri hidup seadanya. Tidak ada almari tempat baju, hanya terlihat kardus dan botol minuman. Di dalam tenda terlihat berantakan. Sebab satu tenda dihuni 15-20 orang.
Tenda santri Dimas KanjengTenda-tenda tersebut berdiri di sisi kiri dan belakang rumah guru besarnya. Sehari-harinya, para santri melakukan aktivitas seperti biasa. Seperti mengaji, shalat dan istighosah.
Salah seorang teman bermain sejak kecil Dimas Kanjeng, Ahmad (47) mengaku jika Dimas Kanjeng sosok manusia biasa yang tak punya kelebihan.
"Saya temanbermainKanjengDimas sejak kecil, bahkan satu sekolah.SosokDimasKanjeng ini dulu polos dan biasa saja orangnya. Saya jugaheransosokDimasKanjeng yang sekarang ini,"jelasAhmad kepada wartawan saatmelihatpadepokanpascaDimasKanjeng ditangkap, Sabtu (24/9/2016).
Tenda santri Dimas KanjengSementara hingga kini petugas dari kepolisian Polres Probolinggo dan satuan Brimob, masih berjaga-jaga di padepokan. Mereka menjaga rumah dan ruangan yang sudah dipolice line. (fat/fat)











































