"Saya berangkat dari Margomulyo mau ke (Karaoke) Rasa Sayang di Jalan Mayjen Sungkono," ujar Totok, sopir truk kepada wartawan di lokasi, Senin (19/9/2016).
Dari Margomulyo, Totok membawa 100 lembar gipsum. Satu gipsum mempunyai berat 17 kg. Setiba di lokasi, Totok hendak memarkirkan truknya. Namun saat naik hendak menuju ke parkiran, terdengar bunyi dari belakang.
"Saat mau naik untuk parkir, tiba-tiba terdengar bunyi graakk dari arah belakang," kata Totok.
Ternyata apa yang didengar Totok adalah suara roda belakang kanan yang terperosok selokan. Tutup selokan tak kuat menahan beban truk. Setelah terperosok, truk warna hijau itu miring lalu terguling.
Untunglah truk terguling di trotoar dan badan truk tak sampai menjorok banyak ke jalan raya. Mesi begitu, terjadi kepadatan di Jalan Mayjen Sungkono karena banyak pengguna jalan melambatkan kendaraannya. Untuk evakuasi, muatan truk dibongkar terlebih dahulu (fat/iwd)











































