Jamaah Aboge ini perpedoman pada kitab Mujarobah atau kitab saat Rabu Pahing. Aboge sendiri diambil dari dua suku kata, A dan Boge, A berarti tahun Alif, sedangkan Boge berarti Rabu Wage.
Sementara untuk tahun ini, perhitungan lebaran Aboge adalah Japatji, hari ke papat atau empat, pasaran siji atau satu, jadi hari raya Idul Adha Rabu Pahing.
"Kami melaksanakan salat Ied hari ini, sesuai perhitungan yang telah ditentukan dalam kitab Mujarobah. Hampir setiap tahun pasti berbeda sama pemerintah," ujar Maya, salah satu jamaah Aboge, usai salat Idul Adha.
Sementara itu, menurut Ustadz Buri Bariyah, tokoh Aboge setempat, perhitungan Aboge tidak selalu sama dengan perhitungan pemerintah yang jatuh pada hari Senin (12/9) kemarin.
"Kami mengambil hitungan Jawa, yaitu Japaji hitungan empat tanggal siji. Aboge sholat Idul Adha hari Jumat pahing, memang selisih 1 hari dengan pemerintah semenjak dahulu," jelas Ustadz Buri Bariyah.
Sementara usai salat, warga berbagi daging sapi yang disembelih jamaah Aboge. Untuk tahun ini di masjid tersebut ada 2 kambing pemberian warga untuk berkurban.
Di Probolinggo, ada 7 desa di 4 kecamatan yang mengikuti jamaah Aboge. Di antaranya Kacamatan Leces, Dringu, Bantaran dan Kecamatan Kuripan. (fat/fat)










































