Tiga Santri Tenggelam di Sungai Brantas Saat Cuci Jeroan Hewan Kurban

Tiga Santri Tenggelam di Sungai Brantas Saat Cuci Jeroan Hewan Kurban

Enggran Eko Budianto - detikNews
Senin, 12 Sep 2016 15:45 WIB
Tiga Santri Tenggelam di Sungai Brantas Saat Cuci Jeroan Hewan Kurban
Tiga santri tenggelam dalam pencarian/Foto: Enggran Eko Budianto
Jombang - Tiga santri Ponpes Al Falah tenggelam di Sungai Brantas Dusun Ngerco, Desa Pojokrejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Senin (12/9/2016).

Musibah itu terjadi saat ketiga korban sedang mencuci jeroan hewan kurban di bantaran sungai. Hingga pukul 15.00 WIB, ketiganya belum ditemukan.

Ketiga santri yang tenggelam adalah Burhan (19), santri Kelas XII MA Al Falah asal Desa Bangkalan, Kecamatan Sumobito, Adi Tricahyo Hidayat (18) dan Ardi (19), santri asal Desa Pojokrejo, Kecamatan Kesamben.

Kapolsek Kesamben, AKP Yudiono mengatakan, ketiga santri itu menjadi panitia kurban di Ponpes Al Falah. Sekitar pukul 10.45 Wib, para korban bersama santri lainnya dan pengasuh pondok mencuci jeroan hewan kurban ke bantaran Sungai Brantas.

"Sudah selesai (mencuci jeroan), korban Burhan pura-pura tenggelam di Sungai Brantas. Rekan-rekannya tak memperhatikan, tahu-tahu dia (Burhan) sudah tak ada (tenggelam)," kata Yudiono di lokasi.

Sadar temannya tenggelam di Sungai Brantas, lanjut Yudiono, Ardi dan Adi bergegas melakukan pencarian di sekitar lokasi tenggelamnya Burhan. "Karena arus sungai cukup deras, keduanya terbawa arus dan tenggelam," ujarnya.

Tak hanya itu, Miftakhul (45), salah seorang pengasuh Ponpes Al Falah juga nyaris ikut tenggelam saat berusaha menolong para korban.

"Dia sempat menolong, namun karena kelelahan akhirnya kolaps di tengah sungai. Beruntung bisa diselamatkan warga dan para santri. Korban dibawa ke Puskesmas untuk menjalani perawatan," ungkapnya.

Yudiono menambahkan, saat ini tim SAR sudah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pencarian ketiga korban. Proses pencarian juga dibantu warga sekitar dan pengasuh pondok menggunakan rakit. Bahkan pihak pondok melempar 3 buah sarung dan kopiyah ke tengah sungai dengan harapan korban segera ditemukan.

"Ketiga korban sampai saat ini belum ditemukan, tim SAR masih melakukan pencarian," terangnya.

Sementara Ketua Pengasuh Ponpes Al Falah, Miftakhul Huda menuturkan, setiap tahun santri memanfaatkan aliran Sungai Brantas untuk mencuci jeroan hewan kurban. Karena jumlah jeroan yang dicuci jumlahnya tak sedikit. Tahun ini pihaknya menyembelih 2 ekor sapi dan 12 ekor kambing.

Atas musibah ini, dia berharap ketiga santri ditemukan dalam kondisi selamat. "Kami sudah persuasif mendatangi keluarga untuk mohon maaf. Mudah-mudahan keluarga memahami ini sebagai musibah," tandasnya. (fat/fat)
Berita Terkait