Tebing di Sungai Kali Putih Longsor Timbun Truk dan Sopirnya

Tebing di Sungai Kali Putih Longsor Timbun Truk dan Sopirnya

Erliana Riady - detikNews
Senin, 12 Sep 2016 09:33 WIB
Tebing di Sungai Kali Putih Longsor Timbun Truk dan Sopirnya
Tebing setinggi 20 meter longsor/Foto: Erliana Riady
Blitar - Sebuah truk beserta sopirnya tertimbun longsor tebing di aliran Sungai Kali Putih Gunung Kelud, Kab Blitar. Hingga kini, truk dan sopir masih dilakukan evakuasi oleh TNI dan BPBD Blitar.

Informasi yang dihimpun, truk bernopol AG 8514 RH dikendarai Samsul Arifin (20), warga Dusun Ringin putih Desa Ringin Pitu Kec Kedungwaru Kab Tulungagung, tertimbun tebing setinggi 20 meter.

"Kami koordinasi dengan BPBD Kab Blitar untuk kembali mengevakuasi korban. Namun evakuasi kami lakukan secara manual sambil menunggu dikirim alat berat dari lokasi terdekat di Wlingi " kata Kapolres Blitar, AKBP Slamet Waloya saat dihubungi, Senin (12/9/2016).

Saksi mata mengaku, saat itu ada 5 truk mencari pasir. Satu di antaranya berjalan dekat tebing dan memuat pasir. "Saya kaget betul, tiba-tiba mendengar suara gemuruh dari belakang. Pas sayanoleh (tengok) ke belakang, tanah itu longsor menimpa truk yang lagi jalan di bawahnya," kataSuyitno (34), salah satu pencari pasir.
Longsor di Blitar


Warga dan petugas keamanan setempat langsung melarang semua aktivitas di sepanjang Sungai Kaliputih dan melaporkan kejadian ini ke polisi.

"Evakuasi kemarin sore kami hentikan sekitar pukul 17.00 wib karena sudah sore. Selain itu kondisi tanah juga masih labil dan terjadi longsor susulan sebanyak dua kali. Saat ini kami gunakan alat berat sebagai upaya segera menemukan korban," kata Kasi Kedaruratan BPBD Kab Blitar, Ganef Rachmawan saat ditemui di lokasi.

Hingga kini nasib Samsul, sang sopir truk belum diketahui.
Selama ini pihak berwajib dan pemerintah daerah setempat seringkali menutup kawasan Kaliputih dari kegiatan penambangan dan galian pasir. Ini seringnya terjadi bencana alam yang membahayakan jiwa, apalagi jika intensitas hujan tinggi.

Namun seiring beralihnya musim, larangan berkegiatan di sepanjang aliran lahar Gunung Kelud itu kembali dilakukan warga. Karena banyak potensi ekonomi yang bisa diambil dari sana. (fat/fat)
Berita Terkait