Jenazah datang diantar mobil ambulans Pusat Pendidikan (Pusdik) Gasum Polri Porong. Begitu tiba, jenazah segera dibawa masuk ke rumah duka. Tak lama kemudian, jenazah dibawa ke Masjid Sabilillah yang tak jauh dari rumah duka untuk disalatkan. Secara bergantian ratusan pelayat ikut menyalatkan jenazah.
"Keluarga sudah sepakat untuk memakamkan almarhum di pemakaman (Desa) Kawisanyar, Kebomas. Almarhum memang asli dari situ," ujar Djatmiko Priambodo, kakak ipar korban, kepada wartawan di rumah duka, Kamis (8/9/2016).
Setelah disalatkan, jenazah kembali dibawa mobil ambulans ke pemakaman Desa Kawisanyar yang berjarak kurang lebih 4 kilometer dari rumah duka.
Istri korban, Lestari Setyo Utami, sudah mengikhlaskan kepergian suaminya. Perempuan 42 tahun yang awalnya tak percaya suaminya sudah meninggal itu nampak tegar saat menerima kedatangan jenazah, saat disalatkan, maupun saat dimakamkan.
Namun berbeda dengan siang tadi yang masih menerima pertanyaan dari wartawan, kali ini Lestari menolak untuk berbicara kepada wartawan. "Adik saya berjanji akan tegar, sabar, dan tawakal dengan musibah ini. Ini adalah takdir," kata Djatmiko. (dhn/dhn)











































