Dalam pelepasan atlet dan official di halaman gedung negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, juga dihadiri Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI I Made Sukadana, Kepala Kejati Jatim Maruli Hutagalung, hingga motivator Andre Wongso.
Dihadapan 737 atlet dan 358 official dari 56 cabang olahraga dari 60 cabor yang dipertandingkan, gubernur menyampaikan, konsep kemenangan adalah ridho dari Tuhan Yang Maha Esa, ikhtiar bersama disertai kedisiplinan tinggi para atlet yang bertanding.
Selain itu, Komandan Kontingen Jawa Timur ini juga menilai, Jatim merupakan gudangnya para atlet-atlet berprestasi yang mampu bertanding secara fair play.
"Kita doakan wasit, official bertindak fair play," kata Soekarwo, Kamis (8/9/2016).
Ia menyakini, atlet Jatim adalah atlet juara, karena sudah digembleng secara baik di pusat pelatihan daerah (puslatda). Pelatihnya dan pembinanya juga rutin memantau perkembangan latihan. Atletnya juga selalu dicek gizi dan kesehetannya dengan baik. Bahkan, psikologi mereka juga dipantau dengan baik.
"Kita juga berdoa agar penyogok dilupakan ingatannya. Jika penyogok dilupakan ingatannya, saya yakin atlet Jatim dapat berkompetisi secara fair play dan meraih juara," ujarnya.
Wagub Saifullah Yusuf juga menyampaikan, agar tetap optimis untuk menjadi yang pemenang dan terbaik.
"Jika tahun sebelumnya kita juara tiga. Semoga PON tahun ini kita mendapat juara umum atau minimal juara 2," katanya.
Kajati, Kapolda Jatim juga membakar semangat para atlet dan official. Bahkan, Pangdam V Brawijaya mengibaratkan para atlet adalah prajurit yang akan bertempur dan meraih kemenangan yang akan diingat oleh masyarakat.
"Kalian adalah atlet terbaik mewakili Jawa Timur. Siapkan mental, jangan takut menghadapi lawan," tandas I Made Sukadana. (roi/bdh)










































