Salah satu rekan korban mengaku istri dan anak-anak korban sudah mendapat kabar atas insiden kecelakaan tersebut. Namun tidak mampu ke rumah sakit lantaran shock.
"Anak dan istrinya sudah tahu kejadian ini sejak siang tadi sekitar pukul 12.00 WIB. Karena tidak mampu ke rumah sakit. Mungkin keluarga shock," kata Zainal (47), teman korban di PT Tehnik Umum Surabaya, kawasan Indrapura Surabaya, Kamis (8/9/2016).
Menurut Zainal, hari ini korban rencananya menuju ke daerah Sukorejo, Pasuruan, untuk melihat pekerjaan di kawasan tersebut. Kendaraan yang digunakan untuk berangkat merupakan kendaraan perusahaan.
"Beliau berangkat pagi dari rumah langsung menuju ke Sukorejo, lokasi proyek," tambah Zainal.
Kabar duka ini, jelas dia, dimulai kecurigaannya karena hingga siang tidak ada kabar. Ponsel yang dimiliki juga tidak bisa dihubungi. "Sekitar pukul 11.00 WIB, petugas kepolisian datang ke kantor dan memberitahukan kabar ini," jelasnya.
Pria yang menjadi Kepala Marketing ini mengaku mengaku korban sudah bekerja sejak tahun 1996 silam. "Beliau sudah bekerja selama 20 tahun dan saat ini menjadi kepala bagian tehnik," tandasnya.
Truk Pertamina muat 32 ribu kiloliter Pertamax mengalami kecelakaan dan terbakar di Tol Porong KM 32.800. Peristiwa itu juga menyebabkan mobil Toyota Avanza ikut terbakar dan menewaskan pengemudinya, diduga tak bisa keluar dari mobil karena terjepit. (fat/fat)











































