Pengiriman Penyu Hijau ke Pulau Bali Digagalkan

Ghazali Dasuqi - detikNews
Rabu, 07 Sep 2016 19:25 WIB
Foto: Ghazali Dasuqi
Situbondo - Upaya pengiriman penyu hijau atau Chelonia mydas ke Pulau Bali berhasil digagalkan. Polisi bersama Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kelas 1 Surabaya Wilker Situbondo, membongkar pengiriman biota dilindungi itu di Pelabuhan Jangkar.

Sebanyak 2 ekor penyu hijau masih hidup dan beberapa potongan daging penyu hijau diamankan dari sebuah mobil pick up.

"Berhasil diamankan sekitar pukul 19.00 WIB kemarin malam di Pelabuhan Veri Jangkar. Penyu-penyu ini dikirim dari Pulau Raas dengan tujuan Bali," kata Kapolsek Jangkar, Iptu Putut Pramana, Rabu (7/9/2016).

Menurut Iptu Putut, terendusnya upaya pengiriman penyu hijau itu berawal dari patroli anggotanya di Pelabuhan Jangkar. Saat itulah, anggota kepolisian ini mencurigai sebuah mobil pick up yang baru turun dari atas Kapal Veri. Setelah berkoordinasi dengan petugas BKIPM setempat, petugas langsung melakukan penggeledahan terhadap isi muatan pick up.

Hasilnya, ditemukan 6 bok dan strifum berisi penyu hijau. Saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan 2 ekor penyu hijau masih hidup dalam satu bok dan strifum. Sementara dari 5 strifum lainnya, petugas menemukan daging penyu yang sudah terpotong menjadi beberapa bagian. Tahu begitu, petugas langsung menggiring sopir pick up, Joni, untuk menjalani pemeriksaan.

"Menutur pengemudi pick up, bok dan strifum itu akan dikirim ke Bali. Tapi, si sopir ini mengaku tidak tahu menahu isi dalam bok dan strifum, karena dia hanya sebagai jasa angkutan dari Raas ke Bali. Sekarang masih terus didalami," sambung Iptu Putut Pramana.

Sementara penanggung jawab BKIPM Wilker Pelabuhan Jangkar Situbondo, Hendra Prasetya mengatakan, semua barang bukti kini diamankan di kantornya. Baik dua ekor penyu hijau yang masih hidup maupun beberapa bagian daging penyu. Pihaknya masih berkoordinasi dengan Kantor Seksi Konservasi 5 Banyuwangi BKSDA Jatim untuk penyerahan barang bukti tersebut.

"Penyu hijau ini termasuk biota perairan yang dilindungi undang-undang. Sehingga setiap orang dilarang menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa dilindungi, baik dalam keadaan hidup, mati, atau bagian-bagiannya tanpa ijin. Sesuai Sesuai pasal 40 UU nomor 5 tahun 1990, tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, pelanggar pasal ini terancam pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta," tegasnya. (fat/fat)