Disnak Banyuwangi Sidak Hewan Kurban di 24 Kecamatan

Disnak Banyuwangi Sidak Hewan Kurban di 24 Kecamatan

Ardian Fanani - detikNews
Rabu, 07 Sep 2016 12:28 WIB
Disnak Banyuwangi Sidak Hewan Kurban di 24 Kecamatan
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Antisipasi hewan kurban tak sehat, Dinas Peternakan (Disnak) Banyuwangi menggelar sidak ke pedagang. Sidak dilakukan secara menyeluruh dengan mengerahkan petugas di 24 kecamatan di Banyuwangi, Rabu (7/9/2016).

Hasilnya, tidak ditemukan hewan ternak kurban berpenyakit. Sidak kali ini, Disnak Banyuwangi menyisir para pedagang hewan sapi dan kambing di Jalan Kepiting dan Jalan Brawijaya. Satu per satu hewan diperiksa. Total 30 pedagang hewan ternak dan sekitar 1.000 kambing diperiksa.

"Kita pantau langsung hewan ternak untuk Kurban tahun ini. Kita antisipasi jangan sampai hewan Kurban terkena penyakit Zoonosis jadi hewan Kurban. Ini tanggung jawab kami," ujar Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Veteriner pada Disnak Banyuwangi, Bambang Sugianto, kepada detikcom, Rabu (7/9/2016).

Meski belum ditemukan, kata Bambang, Disnak Banyuwangi tetap terus memantau hewan ternak tahun ini. Tahun lalu, banyak ditemukan penyakit ringan seperti Scabiosis (gatal-gatal) dan Pink Eye. Sementara saat ini masih belum ditemukan.

"Yang bahaya itu jika ditemukan Antrax dan Tuberculosis. Makanya kita ingin hewan ini Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH)," tambah Bambang.

Tak hanya sidak saja yang akan dilakukan Disnak Banyuwangi. Disnak akan turun ke lapangan memantau langsung penyembelihan hewan. Pihak Disnak juga akan mengambil sampel hewan diduga mengidap penyakit berbahaya.

"Kita ambil ante mortem dan pos mortem saat digelarnya penyembelihan hewan kurban. Kita kerahkan seluruh petugas," tambahnya.

Untuk saat ini, populasi ternak di Banyuwangi surplus. Saat ini populasi sapi sebanyak 120 ribu ekor, sementara kambing sebanyak 40 ribu ekor.

Sementara Abdul Hamid, salah satu pedagang di Jalan Kepiting mengatakan, sebelum dijual, hewannya diseleksi terlebih dahulu apakah sehat dan cukup umur untuk dikurbankan.

"Kita seleksi dulu jangan sampai sakit kita jual. Reputasi hancur nanti. Setelah itu kita lihat tanggal apa tidak giginya," ujarnya. (fat/fat)
Berita Terkait