"Batas waktunya tanggal 23 September 2016. Tetapi sebelum itu kami yakin sudah selesai pengangkatannya, ini progresnya sudah 80 %" ujar Kepala Bidang Penjagaan, Patroli, dan Penyidikan, Kantor Syahbandar Tanjung Perak Surabaya Edi Sumarsono kepada wartawan, Senin (5/9/2016).
Edi mengatakan, proses pengangkatan KM Wihan telah dilakukan sejak Juni 2016 lalu. Proses pengangkatan dilakukan oleh PT Azika Marine Services yang telah memenangkan lelang pengangkatan bangkai KM Wihan.
Proses pengangkatan dilakukan oleh KBR Benoa 1 yang dibantu oleh sejumlah tug boat dan kapal tongkang. Selain itu, ada penjagaan dari pihak keamanan karena ada nelayan yang saat proses pengangkatan dimulai, mencoba mengambil bagian-bagian dari KM Wihan.
"Proses pengangkatan KM Wihan ini sangat penting, terutama untuk Terminal Teluk Lamong," kata Edi.
Lokasi tenggelamnya KM Wihan memang sangat dekat dengan dermaga Terminal Teluk Lamong, hanya sejauh puluhan meter dari dermaga. Mungkin itu pula yang membuat kapal takut untuk bersandar di dermaga Terminal Teluk Lamong.
Bangkai KM Wihan yang terangkat dikumpulkan di dumping area yang ada di Tanjung Jati, Madura. "Bangkai tersebut nantinya akan ditimbang dan hasilnya akan masuk ke kas negara," tandas Edi.
KM Wihan Sejahtera sendiri tenggelam pada 16 November 2015. Saat itu KM Wihan berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak hendak menuju ke NTT. Belum lama berangkat, kapal tersebut mulai miring dan ahirnya tenggelam di dekat Perairan Teluk Lamong.
Tak ada korban jiwa dalam insiden ini. Sebanyak sekitar 200 penumpang selamat dan berhasil dievakuasi ke daratan. Namun semua kendaraan baik roda dua dan roda empat ikut tenggelam bersama kapal ini. (fat/iwd)










































