DetikNews
Senin 05 September 2016, 20:36 WIB

Ratusan Santri Ponpes di Jember Keracunan

Yakub Mulyono - detikNews
Ratusan Santri Ponpes di Jember Keracunan Ratusan Satriwati Keracunan/Foto: Yakub Mulyono
Jember - Ratusan santriwati Ponpes Assunniyah Desa/Kecamatan Kencong, diduga keracunan makanan dan harus mendapatkan perawatan medis. Hampir semuanya mengalami gejala yang sama, yakni pusing, mual, dan muntah-muntah. Bahkan kabarnya ada yang mengalami diare bercampur darah.

Menurut dokter Puskesmas Kencong yang menangani korban, Kustina Yuniarti, ada sekitar 200-an orang yang diduga mengalami keracunan.

"Ada sekitar 200-an, tapi untuk jumlah pastinya kita tidak tahu, karena (korban) yang baru-baru belum terdata," kata Kustina, Senin (5/9/2016).

Menurutnya, kejadian ini sudah dilaporkan ke Dinas Kesehatan Jember. Rata-rata, lanjut dia, korban mengaku memakan gorengan dan es di dalam kantin Ponpes Assunniyah.

"Tapi yang paling banyak itu mereka memakan gorengan di dalam kantin pondok," jelasnya.

Sebagian besar korban dugaan keracunan makanan itu, dibawa ke klinik milik ponpes Assuniyah. Karena jumlah korbannya banyak, pihak Puskesmas Kencong terpaksa mengirimkan 80 ampul infus ke klinik tersebut.

"Yang jelas, kita sudah melakukan penanganan medis kepada semua korban. Yang masih bisa makan dan minum ya tidak kita infus," jelasnya.

Kepala Klinik Assunniyah dr Iswarno mengatakan, jumlah korban yang diduga keracunan sekitar 130 an. "Mereka mengalami nyeri perut dan hanya sedikit yang diare. Tapi paling banyak itu hampir semuanya muntah-muntah," jelas Iswarno.

Pihaknyapun curiga, penyebab para santri perempuan itu keracunan karena makanan dari luar pondok.

"Karena (pembuatan makanan) di dalam pondok itu makanannya sama, termasuk yang dikonsumsi santri laki-laki. Tapi ini yang kena kok malah hanya santri perempuan," tambah Iswarno.

Rata-rata korban suka jajanan seperti es, cilok dan makanan kering. "Namun saya curiga (makanan yang mengandung racun) itu adalah esnya. Karena dulu waktu saya masih di puskesmas pernah mengalami pasien seperti itu," jelasnya.

Iswarno menambahkan, pihaknya sudah mengumpulkan sampel makanan termasuk muntahan korban. Sampel itu nantinya akan diserahkan ke dinas kesehatan untuk kemudian diuji di laboratorium. "Sampelnya sudah kita kumpulkan, tinggal nunggu dinas kesehatan datang," tambahnya.

Sementara Kapolsek Kencong AKP Saidi, membenarkan bahwa jumlah korban diduga keracunan mencapai 130 orang. "Sebagian (tadi malam) masih ada yang dirawat di Klinik Assunniyah. Tapi sebagian sudah banyak yang pulang," jelasnya.

Saidi mengaku, bahwa pihaknya masih menyelidiki kasus ini serta mengambil sample makanan yang diduga menyebabkan korban keracunan.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed