Agar tepat sasaran, Pemkot melalui Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) gencar mensosialisasikan program tersebut kepada para camat dan lurah, beberapa kepala SKPD, serta perwakilan dari perguruan tinggi.
Wali Kota Malang Moch Anton mengatakan, selain menciptakan kampung tematik, tujuan festival ini adalah mengupayakan agar terciptanya 'smart kampung' yang mendayagunakan masyarakat sekitar, sehingga bisa menciptakan daya ekonomi yang baik.
Dia mencontohkan, kampung warna-warni dan kampung tiga dimensi berada dikawasanJodipandanKesatrian atau Daerah Aliran Sungai (DAS)Brantas yang merupakan wujud nyata terciptanya kampung inovatif yang dapat menciptakan daya ekonomi masyarakat sekitar.
Festival Rancang Malang |
"Festival Rancang Malang ini memang agar tercipta smart kampung di 57 Kelurahan," kata Anton usai bertemu lurah, camat, dan perguruan tinggi di Balai Kota Malang Jalan Tugu, Senin (5/9/2016).
Penciptaan kampung inovatif ini, lanjut Anton, sangat penting, karena berkaitan dengan arah pembangunan Kota Malang yang terdapat dalam master plan pembangunan jangka pendek maupun menengah.
Selain itu, program ini juga upaya meningkatkan ekonomi masyarakat sebagai imbas positif adanya kampung inovatif dan smart kampung itu, nantinya diharapkan mampu menekan laju inflasi sebagai rekomendasi Presiden Joko Widodo.
"Tingkat daya pertumbuhan perekonomian di Kota Malang ini sangat baik, tapi jangan lupa pula kita juga harus menekan inflasi, caranya adalah dengan menggerakkan sektor perekonomian warga melalui sektor ini," harapnya.
Sementara Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang Wasto, menuturkan, jika pemerintah daerah menggandeng beberapa universitas untuk lebih mensukseskan program festival Rancang Malang.
Akademisi dari universitas nantinya akan membantu para Lurah untuk memberi masukan, pikiran dan saran agar kampung tematik yang dihasilkan berbeda antara kelurahan yang satu dan kelurahan lain, sehingga semua inovasi dapat ditonjolkan.
"Kita berharap ada corak dan ragam smart kampung sehingga nanti bisa menjadi daya tarik sendiri," terang Wasto terpisah. (fat/fat)











































Festival Rancang Malang