Aksi tendang dan saling dorong yang berlangsung hampir tiga menit itu berakhir setelah Kabag Ops Polres Pamekasan, Kompol Sarpan
membentak mahasiswa.
"Aksi demo itu ada aturannya. Jika tidak mau diatur, angkut saja ke atas truk," perintah Kompol Sarpan kepada anggotanya yang mengamankan aksi demo, Rabu (31/8).
Mendengar teriakan Kompol Sarpan, puluhan mahasiswa mengendalikan diri dan berdemo dengan tertib. Namun, kondisi tertib itupun kembali ricuh. Mahasiswa tetap ngotot agar Bupati Pamekasan menemui pendemo.
"Jika pak bupati tak segera menemui kami, kami akan gelar sweeping ke ruangan kerjanya," seru mahasiswa sembari meneriakkan maju tiga langkah.
Kontan saja, puluhan mahaiswa itu kembali mendorong 15 polisi yang memegang sabuk kejut. Dorongan mahasiswa ditahan polisi. Aksi
saling dorong kembali memanas hingga akhirnya Kompol Sarpan memberikan alternatif kepada wakil mahasiswa untuk masuk kantor bupati.
Dengan kawalan Kompol Sarpan, enam mahasiwa ditunjuk sebagai perwakilan. Di kantor bupati itulah, Plt Sekda Pamekasan, Muhamad Alwi
didampingi Kepala Badan Keuangan dan Aset, Taufikkurahman, memberikan kesempatan mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya.
Dalam aksi itu, mahasiswa menyesalkan minimnya anggaran yang dialokasikan untuk biaya pembangunan infrastruktur. Seperti perbaikan
badan jalan yang rusak merata di wilayah Kabupaten Pamekasan. Usai bertemu di kantor bupati, aksipun berakhir kondusif. (fat/fat)











































