Kepala Humas PT PAL Bayu Witjaksono mengatakan bahwa kebakaan terjadi di antara dok Pare-Pare milik PT PAL dan dok Jayamahe milik Angkatan Laut.
"Jadi kebakarannya di atas laut," ujar Bayu kepada wartawan, Selasa (30/8/2016).
Bayu mengatakan, saat itu memang ada proses perbaikan kapal di dok Pare-Pare. Percikan api las tanpa di sengaja jatuh mengenai tumpukan sampah bercampur minyak yang tercecer di laut. Karena itulah api kemudian berkobar.
Yang terlihat kemudian adalah api dengan asap hitam pekat membumbung tinggi. Petugas PMK kemudian diterjunkan dan dalam waktu sekitar 20 menit, api bisa dipadamkan.
asap hitam pekat membumbung |
Bayu sendiri merasa heran dengan kebakaran ini karena pihaknya setiap hari telah melakukan prosedur pembersihan terkait limbah dan sampah yang ada. Namun banyaknya limbah minyak yang ada tak bisa dipungkiri menyebabkan adanya kebakaran.
"Ini kan cekungan, makanya limbah dan sampahnya numpuk," kata Bayu.
Bayu mengaku tak ada yang dirugikan, terlebih PT PAL, dalam kejadian ini. "PT PAL hanya kehilangan waktu beberapa menit. Dan tak ada kerugian material yang signifikan," tandas Bayu. (fat/iwd)











































asap hitam pekat membumbung