"Kecelakaannya melibatkan dua motor," ujar Kanit Laka Polrestabes Surabaya AKP Eni Prihartin kepada detikcom, Selasa (30/8/2016).
Eni mengatakan, korban adalah Musiyam, warga Jalan Wonokitri VII/32. Musiyam adalah Kepala Sekolah SDN Putat Jaya IV. Peristiwa itu bermula saat Musiyam hendak berangkat kerja. Dari rumahnya, Musiyam menuju ke tempat kerjanya melalui Wonokitri IV.
Sejatinya, Musiyam bukan hendak langsung ke sekolah tempatnya bekerja. Namun perempuan 51 tahun ini hendak menuju ke SD rayon untuk mengambil soal baca tulis hitung (calistung). Musiyam berangkat mengendarai Honda Vario nopol L 5227 KU.
Keluar dari Gang Wonokitri IV menuju ke arah barat atau Satelit, Musiyam bermaksud hendak putar balik di seberang SPBU Jalan Mayjen Sungkono. Karena itu motor yang dia kendarai langsung dibelokkannya ke arah kanan. Tiba-tiba dari arah belakang datang sebuah motor Kawasaki Ninja dengan kencang.
Pengendaranya yang tak bisa menguasai kendaraannya langsung menabrak bagian belakang motor Musiyam. Mendapat hantaman itu, Vario Musiyam terpental, begitu juga dengan Ninja. Bagian kepala dan wajah Musiyam menghantam aspal jalan. Ibu dua anak itu tewas di lokasi dengan luka di bagian kepala.
"Pengendara Ninja masih selamat, tapi segera dilarikan ke rumah sakit," ujar Eni.
Pengendara Ninja itu adalah Ariyanto, warga Jalan Rambutan III Permai, Sidoarjo. Dari keterangan Ariyanto, Eni mengatakan bahwa Ariyanto saat itu sedang terburu-buru. Ariyanto mengaku sudah terlambat karena waktu sudah menujukkan pukul 06.30 WIB, padahal dia harus tiba di kantor pukul 06.00 WIB.
Ariyanto sudah tancap gas sejak di perempatan Adityawarman-Mayjen Sungkono. Pria 31 tahun itu kaget karena tak menyangka ada sebuah motor yang tiba-tiba langsung mengarah ke kanan. Mengenai adanya dugaan Ariyanto balapan dengan pengendara motor lain?
"Tidak, tidak ada balapan. Menabrak karena kaget dan tak bisa menguasai kendaraan karena ngebut," tandas Eni. (iwd/fat)











































