Menurut M Indra Kurniawan (9) salah satu korban, dia bersama beberapa korban lainnya membeli mie bungkusan seharga Rp 1.000 di kantin sekolah.
"Saya sudah biasa membeli mie di situ. Tapi hari itu rasa mienya agak beda, gak enak," kata Indra saat ditemui detikcom di Puskesmas Sumberpakem Jember, Senin (29/8/2016).
Sekitar 1 jam kemudian, Indra dan temannya yang lain mulai mual kemudian muntah-muntah. "Kita berikan air kelapa kepada siswa yang muntah-muntah. Kemudian mereka kita bawa ke sini (Puskesmas, red)," kata Kepala Sekolah SDN Kranjingan 2, Dwi Suhartini.
Dwi mengaku, bahwa 4 korban pertama langsung dibawa pulang ke rumah. Karena mengira korban masuk angin biasa.
"Jadi ada 8 orang yang dibawa ke Puskesmas," sambung Dwi. Untuk semua biaya perawatan, lanjut dia, seluruhnya akan ditanggung pihak sekolah.
Yuli Puspita Sari bidan yang menangani korban di Puskesmas tersebut, mengatakan bahwa hingga sore masih ada 7 anak yang masih menjalani perawatan. "Satu anak tadi sudah pulang, karena kondisinya sudah membaik," katanya.
Untuk 7 korban tersebut, masih menjalani observasi di Puskesmas. "Kalau kondisinya membaik ya kita pulangkan semua. Alhamdulilah, hingga saat ini kondisi ketujuh anak ini masih stabil," jelas Yuli.
Pantauan detikcom, sampai pukul 14.45, masih ada salah satu korban yang kondisinya lemah dan muntah-muntah. (fat/fat)











































