Protes Jalan Rusak di Banyuwangi, Warga Bersepeda Keliling Kampung

Protes Jalan Rusak di Banyuwangi, Warga Bersepeda Keliling Kampung

Aditya Mardiastuti - detikNews
Minggu, 28 Agu 2016 17:33 WIB
Protes Jalan Rusak di Banyuwangi, Warga Bersepeda Keliling Kampung
Bersepeda sebagai bentuk protes jalan rusak (Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom)
Banyuwangi - Puluhan anak-anak dan pemuda warga Desa Tamansari Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi punya cara unik untuk menyampaikan aspirasi mereka. Mereka bersepeda keliling desa sebagai bentuk protes karena jalan desa mereka banyak yang rusak.

Jalur yang harus ditempuh peserta sekitar tujuh kilometer dan dibagi empat etape. Etape pertama dengan kerusakan jalan 80 persen, etape kedua kerusakan jalan 50 persen dan etape ketiga serta etape keempat masing masing 70 persen dan 95 persen.

"Kami bersama-sama keliling desa mengendari sepeda BMX. Protes jalan rusak tidak harus tanam pisang di tengah jalan apalagi demo. Cukup dengan Tour de jalan rusak yang terinspirasi dari ajang balap sepeda International Tour de Banyuwangi Ijen yang digelar setiap tahun di Kabupaten Banyuwangi," jelas Miftahul Hadi, koordinator acara di lokasi, Minggu (28/8/2016).

Bersepeda sebagai bentuk protes jalan rusak (Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom)


Miftahul menjelaskan masyarakat sebenarnya sudah melaporkan jalan rusak ke pihak desa namun tidak pernah mendapatkan respon yang baik. Sosialisasi kegiatan ini dilakukan melalui media sosial dan merupakan cara kreatif yang diinisiatif pemuda desa.

"Banyak warga masyarakat yang tergelincir terutama saat musim hujan karena jalan rusak. Kendaraan warga juga cepat rusak karena kondisi jalan yang berbatu," jelasnya.

Bersepeda sebagai bentuk protes jalan rusak (Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom)


Camat Tegalsari Hariono pun sempat mendatangi lokasi kegiatan. Dia menjelaskan bila ada sedikit salah paham antara warga dengan pemerintah desa.

"Adanya tour de jalan rusak ini kan hanya missed komunikasi saja. Padahal saya sudah menyampaikan hal ini ke kepala desa dan kepala dusun tapi mungkin informasinya tidak sampai ke masyarakat," tukasnya.

Dia kemudian mengambil kesempatan untuk mensosialisasikan jika sudah ada anggaran untuk memperbaiki jalan desa. Hari menyebut saat ini masih dalam penataan master plan dan proses lelang.

"Total ada lima kilometer jalan rusak di desa yang akan dan segera diperbaiki. Tiga kilometer menggunakan dana desa dan dua kilometer dari Dinas Pekerjaan Umum," jelas Hariono.

"Perbaikan jalan sudah berjalan pada tahun 2016 dan akan dilanjutkan pada tahun 2017. Jika ada PAK maka akan kami ajukan pada 2017 untuk memperbaiki jalan," tambahnya.

Kesempatan bertemu warga itu kemudian dimanfaatkannya menjalin silaturahmi. Untuk menghindari kesalahpahaman dia pun meminta agar warganya mengundangnya bila ada kegiatan.

"Seumpama sampeyan (Anda) rapat saya pasti datang kalau tidak ada halangan. Saya ingin menyerap aspirasi dari masyarakat supaya semuanya clear dan tidak ada missed komunikasi," jelasnya. (ams/slh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini