Sriatin (93) janda 6 anak, 6 cucu dan 2 cicit ini menjadi calon jamaah haji embarkasi Surabaya kloter 35. Meski umurnya mendekati se-abad, Sriatin warga Dusun Dungus, Desa Ketamas Dungus, Kecamatan Puri, Mojokerto ini sudah berniat haji sejak 10 tahun lalu.
Sriatin mendaftar untuk mendapatkan nomor porsi haji pada 2012. Pada tahun ini, dia berangkat menuju ke tanah suci untuk menjalankan ibadah haji bersama Misnanto (anaknya) serta 3 orang kerabat lainnya.
"Sepeninggal bapak saya sejak 10 tahun lalu, ibu ada niatan untuk berhaji," kata Misnanto di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Selasa (23/8/2016).
Anak-anak Sriatin ini pun berebut ingin berhaji bersama. Namun pada tahun ini, Sriatin pergi haji bersama Misnanto. "Ibu punya tekad untuk pergi haji," katanya.
"Ibu jalannya juga masih kuat. Di rumah juga tidak mau berhenti menyapu, padahal anak-anaknya sudah meminta ibu untuk tidak menyapu," terangnya.
Ketika berangkat dari rumahnya, kondisi Sriatin masih segar bugar. Namun saat tiba di Asrama Haji Sukolilo, kondisi tubuhnya drop.
"Sekarang kondisi ibu kurang bagus. Jadi mohon maaf tidak bisa melayani wartawan untuk diwawancarai. Mohon doanya semoga dapat menjalankan ibadah haji," jelasnya.
Jumlah jamaah haji dari embarkasi Surabaya sebanyak 28.676 orang. Dari jumlah tersebut, 27.500 calon jamaah haji dari Provinsi Jawa Timur. Sedangkan sisanya dari Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dari 28.676 orang, ada 13 calon jamaah haji yang usianya di atas 90 tahun yakni, Sriatin Wariban Reban (93) kloter 35, Suminem Poniman Rakimo (92) kloter 28, Darto Sakir Mat Sardi (91) kloter 53, Ahmad Sumiran Tosari Ruwek (91) kloter 26, Timuna (91) kloter 2.
Sedangkan sisanya berumur 90 tahun yakni, Sun Seret Geni kloter 5, Suri Saman Ru'din kloter 21, Sringatun Mungin Kasibah kloter 28, Samsi Kusnan Monawi kloter 37, Karsan Kasimin Padim kloter 47, Mahmud Yakub Abdurahim kloter 48, Daeng Paca Rabatung kloter 49 dan Siti Asiah Suyono Sariban kloter 57. (roi/fat)











































