Benda Bersejarah di Lereng Welirang Dijarah, BPCB Akan Turunkan Tim Survei

Benda Bersejarah di Lereng Welirang Dijarah, BPCB Akan Turunkan Tim Survei

Enggran Eko Budianto - detikNews
Sabtu, 20 Agu 2016 13:22 WIB
Mojokerto - Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan ternyata belum mempunyai data terkait situs purbakala di lereng Gunung Welirang. Adanya kabar penjarahan benda cagar budaya di situs tersebut, mereka akan menerjunkan tim survei ke lokasi.

"Untuk Welirang kami belum pernah melakukan pendataan (cagar budaya), karena itu kan kawasan hutan lindung," kata Kepala BPCB Trowulan Andi Muhammad Said saat dihubungi detikcom, Sabtu (20/8/2016).

Menurut Andi, Gunung Welirang menjadi salah satu gunung yang dianggap suci oleh masyarakat zaman dahulu. Oleh sebab itu, kemungkinan besar terdapat situs purbakala berupa tempat bertapa dan tempat pemujaan lengkap dengan benda cagar budaya.

"Kemungkinan ada benda cagar budaya, karena dulunya sebagai tempat pemujaan dan pertapaan. Kemungkinan peninggalan zaman Kerajaan Kediri atau Majapahit," ujarnya.

Oleh sebab itu, lanjut Andi, pihaknya akan menerjunkan tim survei dari juru pelihara di situs terdekat untuk datang ke Putuk Puyang. Di sebuah bukit yang biasa dilalui pendaki ke puncak Welirang itu lah, dilaporkan masyarakat bahwa banyak terjadi penjarahan benda cagar budaya.

"Survei itu sebagai langkah awal kami untuk memastikan apakah benar benda cagar budaya yang dicuri, ataukah benda-benda yang tak diketahui tapi masyarakat menganggapnya sebagai cagar budaya. Kalau benar, kami akan melakukan kajian," tandasnya.

Gunung Welirang adalah gunung berapi aktif dengan ketinggian 3.156 meter di atas permukaan laut (dpl) yang terletak di perbatasan Kota Batu, Kabupaten Pasuruan, dan Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Gunung Welirang bersebelahan dengan Gunung Arjuno, Gunung Kembar I, dan Gunung Kembar II. Hutan lindung di gugusan gunung tersebut dalam wilayah Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo yang dikelola Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur. (bdh/bdh)
Berita Terkait