PT BSI : Normalisasi Pulau Merah Diminta Atau Tidak Tetap Dilakukan

PT BSI : Normalisasi Pulau Merah Diminta Atau Tidak Tetap Dilakukan

Ardian Fanani - detikNews
Sabtu, 20 Agu 2016 01:07 WIB
PT BSI : Normalisasi Pulau Merah Diminta Atau Tidak Tetap Dilakukan
Pantai Pulau Merah (Ardian Fanani/detikcom)
Banyuwangi - Keruhnya air laut Pantai Pulau Merah, Pesanggaran, Banyuwangi, yang diakibatkan hujan bercampur lumpur yang diduga kuat lantaran pembangunan infrastruktur pertambangan, milik operator tambang emas Gunung Tumpangpitu, PT Bumi Suksesindo (BSI). Namun menurut PT. BSI terjadinya banjir lumpur ini lantaran cuaca yang extreme.

"Menurut data, curah hujan yang turun 3 minggu terakhir ini di daerah Pulau Merah rata-rata mencapai 200 mm. Jumlah ini melampaui kondisi normal yang mencapai ±47 mm," ujar Bambang Wijonarko, Senior External Relations Manager PT BSI Banyuwangi kepada detikcom, Jumat (19/8/2016).

Menurutnya, saat ini PT BSI Banyuwangi memang sedang membangun infrastruktur penunjang untuk operasional tambang. Salah satunya adalah menyelesaikan pembangunan 3 buah Dam di daerah hulu, melengkapi 3 buah Dam lainnya yang telah selesai. Jika ke-6 buah Dam tersebut selesai dan berfungsi untuk menahan lumpur dan sampah sehingga tidak akan terbawa aliran sungai hingga ke hilir.

Untuk normalisasi di hulu Sungai Katak, sambung Bambang, PT. BSI telah memasang soil net, menyedot lumpur dan pengerukan lumpur sejak beberapa minggu ini. Sementara untuk di hilir, PT BSI melakukan penyedotan lumpur, mengangkat lumpur hingga memasang jaring penahan lumpur di sungai Katak.

"Secara kebetulan hulu sungai yang berada di Gunung Tumpang 7 bermuara ke laut Selatan. Sebagai bentuk tanggungjawab perusahaan, diminta ataupun tidak, PT BSI hadir. Kami pastikan bahwa normalisasi akan terus kami lakukan hingga benar-benar kembali seperti sedia kala," tambahnya.

Terkait dengan dugaan penggundulan hutan Gunung Tumpangpitu, menurut Bambang, PT BSI tidak melakukan pemotongan pohon di luar daerah yang diperlukan. Bahkan pihaknya membiarkan pohon-pohon yang ada, bahkan melestarikannnya dengan menambah jumlah dan varietasnya.

"Kami berkomitmen untuk turut membangun kawasan wisata. Tidak hanya Pulau Merah, juga wisata Mustika yang berada di Pancer. Kami membantu membenahi fasilitas umum agar wisatawan menjadi lebih nyaman saat berkunjung. Kami telah melakukan pengerasan tempat parkir dan akses masuk ke lokasi wisata. Sejak beberapa bulan lalu perusahaan juga berpartisipasi dalam penyediaan 5 orang tenaga kebersihan untuk membersihkan sampah di Pulau Merah," pungkasnya.

(hri/hri)
Berita Terkait