Dua Fokus Utama Penanganan Pasca Banjir dan Longsor di Trenggalek

Dua Fokus Utama Penanganan Pasca Banjir dan Longsor di Trenggalek

Rois Jajeli - detikNews
Jumat, 19 Agu 2016 16:28 WIB
Dua Fokus Utama Penanganan Pasca Banjir dan Longsor di Trenggalek
Bupati Trenggalek dan Wagub Jatim tinjau lokasi bencana/Foto: Rois Jajeli
Trenggalek - Pemkab Trenggalek dan Pemprov Jawa Timur serta pemerintah pusat, akan fokus menangani tiga hal penanganan pasca bencana banjir dan longsor.

"Pak bupati menetapkan kondisi darurat bencana. Kalau darurat, bisa menggunakan anggaran kedaruratan, terutama untuk material rehabilitasi dan rekonstruksi," kata Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, Jumat (19/8/2016).

"Pemerintah provinsi akan menyetujui rehabilitasi pasca banjir dan longsor. Nanti akan ada pembagian tugas bersama dengan pemerintah kabupaten Trenggalek dan pemerintah pusat, mana saja yang dikerjakan, agar masyarakat bisa menjalani aktivitasnya sehari-hari dengan normal," tuturnya.

Bencana banjir dan longsor ini terjadi di 7 kecamatan. Ada sekitar 7500 rumah penduduk yang tergenang air di 24 desa dari 4 kecamatan. Sedangkan longsor di beberapa titik di tiga kecamatan. Bencana tersebut juga mengakibatkan satu orang meninggal dunia, Su

Wagub yang akrab disapa GusIpul ini mengatakan, ada dua fokus utama penanganan yang dilakukan PemkabTrenggalek, Pemprov Jatim dan pemerintah pusat. Pertama, Memastikan tanggap darurat berjalan lancar hingga dua minggu ke depan.
Pasca bencana banjir dan longsor di Trenggalek


"Semua yang terkena dampak banjir, mendapatkan pasokan kebutuhan makanan dan minuman, air bersih serta obat-obatan," tuturnya.

Katanya, ada hampir sekitar 30 ribu warga yang terkena dampak banjir dan longsor. Ada buffer stok makanan siap saji dan beras 1 ton dari provinsi yang disiagakan di Kabupaten Trenggalek sebelum ada bencana banjir longsor. Semuanya didistribusikan ke korban banjir longsor.

"Ada sekitar 30 ribu warga yang terdampak. Ini akan dipantau oleh tim dari Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten Trenggalek," terangnya sambil menambahkan, pelayanan penuh yang dilakukan Pemkab Trenggalek dibackup Pemrpov Jatim.

"Fokus kedua yakni, rehabilitasi dan rekonstruksi. Nanti dari data yang masuk, dilihat mana yang rumah rusak parah, sedang, ringan. Sekolahan yang rusak, jembatan," katanya.

"Data-data ini dikumpulkan semua, termasuk data jalan yang terkena longsor," ujarnya.

Gus Ipul yang melihat langsung ke lokasi bencana mengakui memang masyarakat terdampak membutuhkan pemulihan. Sehingga membutuhkan dana dari Pemkab Trenggalek, Pemprov Jatim dan pemerintah pusat. Serta dana dari pihak swasta.

"Saya melihat memang kondisinya masuk darurat bencana. Tingkat kerusakannya memang cukup luas dan memerlukan dana segera untuk rekonstruksi," tandasnya. (roi/fat)
Berita Terkait