Bupati Trenggalek Tetapkan Darurat Bencana Banjir dan Longsor

Bupati Trenggalek Tetapkan Darurat Bencana Banjir dan Longsor

Rois Jajeli - detikNews
Jumat, 19 Agu 2016 16:05 WIB
Bupati Trenggalek Tetapkan Darurat Bencana Banjir dan Longsor
Foto: Rois Jajeli
Trenggalek - Banjir dan longsor yang menimpa 24 desa di 7 kecamatan di Trenggalek, membuat Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak menetapkan Darurat Bencana.

Selain kondisi yang dialami wilayah terdampak bencana banjir dan longsor, juga diperkirakan cuaca ekstrem selama 14 hari mendatang.

"Pak bupati (Emil Elestianto Dardak) sudah menekan status darurat bencana sampai 14 hari ke depan," kata Wakil Bupati Trenggalek M Nur Arifin, Jumat (19/8/2016).

Ia menerangkan, bencana alam itu disebabkan cuaca yang tidak bersahabat. Hujan deras terjadi selama tiga hari berturut-turut yang mengakibatkan beberapa sungai meluap dan mengakibatkan banjir serta longsor.

"Memang ini bencana dan dampaknya tidak tanggung-tanggung. Ada sekitar 30 ribu orang yang terdampak, rumahnya tergenang dan ada juga yang terisolir karena longsor dan jembatan putus," katanya.

"Kalau tidak ada status tanggap darurat, maka tidak bisa menggunakan anggaran tak terduga. Kalau pembangunan infrastruktur ini menunggu anggaran, kasihan masyarakat. Bisa-bisa menunggu waktu satu tahun lagi untuk hidup normal," tandasnya sambil menambahkan, status tanggap darurat sebagai payung hukum penggunaan anggaran tak terduga.

Belum memikirkan dampak lainnya seperti area persawahan. "Ini kan juga perlu dihitung. Apakah nanti masyarakat mendapatkan bantuan bibit atau ganti rugi. Kalau ganti semua tidak bisa karena anggarannya terbatas, tapi bagaimana pemerintah peduli terhadap masyarakat terdampak," terangnya.

Kondisi cuaca di Kabupaten Trenggalek selama 14 hari ke depan diperkirakan masih ekstrem.

"Informasi dari BMKG, cuaca ekstrem masih bisa berlangsung sampai 14 hari ke depan," terangnya.

Lebih dari 24 desa dari 7 kecamatan di Trenggalek yakni, Kecamatan Munjungan, Kecamatan Kampak, Watulimo, Gandusari, Pogalan, Bendungan dan Pule.

Desa yang terdampak banjir seperti Desa Ngrayung, ada 3.784 jiwa. Desa Jajar ada 886 jiwa. Wonorejo ada 5.375 jiwa. Desa Sukorejo ada 3.913 jiwa. Desa Gandusari ada 9.817 jiwa. Desa Wonoanti ada 516 jiwa. Desa Widoro ada 959 jiwa. Desa Karanganyar 882 jiwa. Desa Melis 280 jiwa. Desa Krandengan 2.150 jiwa
Dan Desa Sukorame 452 jiwa.

Sedangkan titik longsor seperti di Desa Sukorejo terdapat kerusakan pada infrastruktur seperti Jembatan gantung di Dusun Bandung (Jembatan utama yang menghubungkan Desa Sukorejo-Desa Jajar).

Jalan Kartini ke timur sekitar 560 meter dan lebar 5 meter. Jalan di RT 10 Desa Sukorejo sekitar 280 meter.

Kerusakan infrastruktur di Desa Gandusari seperti tanggul sungai di Desa Gandu jebol volume 250 meter. Jembatan Samiaji di Dusun Pucung sekitar 600 meter. Kerusaka jalan aspal di Dusun Gumelar volume 1000 meter. Sedangkan tanggul sungai Munjungan di Desa Krandengan jebol sekitar 5 meter.

"Untuk longsor yang terparah di dua titik yakni Jalan Kampak menuju ke Munjungan," tambah Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Trenggalek Yuli Priyanto. (roi/fat)
Berita Terkait