Ini Upaya Bupati Anas Proteksi Pasar Tradisional di Banyuwangi

Putri Akmal - detikNews
Senin, 15 Agu 2016 14:50 WIB
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas/Foto: Putri Akmal
Surabaya - Upaya mempertahankan pasar tradisional agar tetap tumbuh, Pemkab Banyuwangi membuat peraturan daerah (Perda) khusus mengatur pasar modern atau mal.

Perda ini sengaja dibuat agar pasar tradisonal atau pasar rakyat tidak tergerus zaman. Selain itu, langkah ini ditempuh untuk mempersempit ruang gerak pasar modern.

"Bukan berarti pemerintah melarang mal, boleh tapi cukup di daerah pinggiran. Dan aturannya mal terintegrasi dengan yang lain. Misalnya di mal itu ada rumah sakitnya, sekolahnya, industri kreatifnya. Dengan begitu perekonomian masyarakat pinggiran ikut terdongkrak," kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas saat berbincang dengan detikcom di ruang kerjanya, Senin (15/8/2016).

Perda yang baru disahkan DPRD Banyuwangi tersebut, sambung Anas, juga untuk mencegah kemacetan di wilayah perkotaan. Perda khusus ini, masuk dalam item-item yang ada dalam Perda Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.

Secara detail, Anas menjabarkan syarat khusus pada pembangunan mal-mal di Banyuwangi. Syarat yang tertuang dalam Perda baru itu, pembangunan mal harus berada di atas lahan 1,5 hektar. Kemudian syarat kedua, harus berjarak 4 kilometer dari pasar tradisional yang ada di kota. Tujuannya agar pasar-pasar tradisional tetap bisa bertahan.

"Di bawah 1.5 hektar jelas kami larang. Karena dampaknya pada kemacetan dan zonasi untuk mal juga sudah kami tuangkan di Perda tersebut," tegas Anas.

Dengan dijadikan Perda, peraturan ini memiliki kekuatan lebih kuat daripada hanya berupa Perbub. Suami Ipuk Festiandani itu juga mengaku, Perda ini merupakan kali pertama ada di Indoensia. Karena selama ini, belum ada kabupaten/kota yang memiliki Perda tersebut.

"Dengan Perda ini, siapapun bupatinya nanti, tidak bisa mengubah. Lain cerita kalau hanya Perbup (peraturan bupati). Makanya saya bikin Perda ini," pungkasnya. (fat/fat)