TPA di dalam pasar yang diklaim pertama kali tidak hanya di Surabaya, tetapi di Indonesia ini diresmikan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Risma mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu berdirinya TPA Pasar Wonokromo.
"Saya mendengar cerita kalau di Kolombia sana, ibu-ibu kalau kerja bisa memilih waktu atau jam, karena tidak adanya penitipan anak," ujarRisma dalam sambutannya, Minggu (14/8/2016).
TPA di dalam pasar |
Terlepas dari cerita itu, Risma memang berniat tidak hanya membangun satu TPA saja, tetapi banyak. TPA yang dibangun di lokasi kerja orang tua akan memudahkan dan membuat nyaman orang tua.
Risma sendiri terkesan dengan TPA yang berada di lantai dasar bawah pasar. Jangan bayangkan TPA tersebut dibangun apa adanya. TPA tersebut justru dibangun sesuai dengan kepribadian anak yang selalu ceria.
TPA tersebut bersih, berwarna-warni, penuh mainan, danfull AC dengan ruangan yang disekat sesuai dengan sentra nya masing-masing. Bahkan ada ruang menyusui (laktasi) dan ruang tidur untuk bayi.TPA tersebut berdiri di areal seluas sekitar 12x9 meter persegi.
TPA di dalam pasar |
TPA tersebut sebenarnya bukan benar-benar baru. Cikal bakalnya adalah Kelompok Bermain (KB) yang berdiri sejak 2005 lalu. Namun kondisi KB yang kemudian berubah nama menjadi Pos Paud Terpadu (PPT) itu biasa saja sehingga tak banyak para pedagang yang menitipkan anaknya di situ.
"Kalau sekarang jauh berbeda. Ini benar-benar baru," ujar Ainur Rahmawatin, salah satu pendidik.
Rahma yakin bahwa dengan tampilan yang baru ini, TPA akan dipenuhi oleh anak para pedagang. Namun itu juga butuh sosialisasi. Tiga hari sebelum dilaunching, pihak TPA sudah melakukan sosialisasi kepada para pedagang agar anaknya bisa dititipkan ke TPA.
"Kebanyakan sih bilang bakal repot dan tetap ingin anaknya di toko saja. Tetapi mereka pasti akan berubah pikiran setelah melihat fasilitas yang ada," kata Rahma.
Rahma menerangkan, ada sejumlah ruang di TPA seperti ruang bayi, ruang laktasi, ruang bermain, serta ruang sentra yang terdiri dari sentra ibadah, balok, pran, persiapan, dan musik. Ada materi pagi yang sekaligus berfungsi sebagai PAUD. TPA juga bisa difungsikan sebagai Posyandu.
"Keamanan juga kami perhatikan. Anak tidak boleh keluar bila tidak dijemput orang tuanya. Ada kartupenjemputannya," tandasRahma.
TPA di dalam pasar |
Dirut PD Surya Bambang Parikesit mengatakan TPA bisa digunakan baik anak pedagang dan juga pengunjung. Tidak dipungut biaya alias gratis untuk menitipkan anak di TPA.
"Ini adalah TPA di dalam pasar pertama kali di Surabaya dan juga di Indonesia. TPA di Pasar Wonokromo ini adalah pilot projectnya," kata Bambang.
Bambang menambahkan, ke depan akan ada TPA di dalam pasar lain di Surabaya. Rencananya setelah Pasar Wonokromo, akan dibangun sebuah TPA lagi di Pasar Kapas Krampung. Itu berarti hingga akhir tahun ini, akan ada dua TPA di dalam pasar di Surabaya.
"Tidak ada standar luas lokasi sih. Lokasinya disesuaiKan dengan luas lokasi pasar," tandas Bambang. (iwd/fat)












































TPA di dalam pasar
TPA di dalam pasar
TPA di dalam pasar