Pemecahan rekor yang diselenggarakan di tepi Sungai Complong, Kejayan, ini kian semarak dengan kehadiran Bupati Irsyad Yusuf. Irsyad juga ikut terlibat membatik bersama siswa.
Pencatatan rekor ini dilakukan para siswa SMAN 1 Kejayan yang selama ini dikenal kreatif. SMA 1 Kejayan sudah dikenal dengan kegiatan tahunan Carnival On The River yang digelar di Sungai Complong.
Khusus untuk kegiatan mmebatik jumputan ini, hasil dari kreatifitas mereka akan digunakan untuk seragam khas sekolah.
Proses membatik sendiri dimulai dengan mengikat kain sepanjang 180 meter dengan lebar 1 meter. Ikatan tersebut yang nantinya menjadi ciri khas batik jumputan.
Setelah diikat, kemudian diwarnai dengan bahan-bahan pewarna dari barang bekas. Saat kering, ikatan kain dilepas satu persatu dan menghasilkan motif abstrak yang ciamik.
"Awalnya kain diikat agar terlihat nantinya motif. Semuanya pewarna dari bahan bekas. Jenis motif abstrak," kata seorang siswa Riski Firmansyah, Minggu (14/8/2016).
Guru Kesenian SMA 1 Kejayan, Edy Santoso, yang mendampingi murid-murinya mengatakan hasil karya siswa ini rencananya akan dipotong-potong dan dijadikan seragam. Tidak menutup kemungkinan akan diproduksi massal dan bisa dijual.
"Ini untuk menumbuhkan kreativitas siswa karena tantangan saat ini membutuhkan siswa-siswa yang kreatif," jelas Edy.
Edy juga mengapresiasi kehadiran Bupati Irsyad Yusuf yang bisa menjadi semangat bagi para siswa.
Sementara Irsyad Yusuf mengatakan kreativitas para siswa SMAN 1 Kejayan harus mendapat dukungan penuh dari pemerintah. Kreativitas yang paling nyata adalah event Carnival On The River yang terus bertahan sampai saat ini.
"Pemerintah harus hadir dan memberikan dukungan penuh. Kreativitas siswa harus disupport baik secara moral dengan kehadiran saya di sini maupun dengan kebijakan," tandas Irsyad. (iwd/iwd)











































