Korban penyekapan bernama Sri Chotic Utami, bersama ibu dan anaknya, Katemi dan Finda yang masih kelas 6 SD. Menurut Katemi, pelaku masuk melalui pintu toko dan langsung menyekap ketiganya. Pelaku mengancam akan membunuh korban menggunakan pedang, gergaji dan clurit serta akan membakar rumahnya jika korban berteriak.
"Ibu jangan teriak, kalau teriak akan saya habisi dan bakar rumah ini," kata Katemi menirukan ancaman pelaku, Jumat (12/8/2016).
Menurut dia, pelaku mengambil uang senilai Rp 25 juta serta rokok yang ada di toko dan menyekap serta mengikat tangan Utami dan Finda.
"Tadi yang masuk 3, di luar 2 menunggu di mobil. Saya tidak boleh kemana-kemana" imbuhnya.
Katemi yang memiliki riwayat penyakit jantung hanya pasrah. Ia tak melawan. "Jangan pukul saya, saya punya penyakit jantung. Silahkan ambil yang kamu mau," kisah Katemi.
Atas kejadian ini, pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke polsek setempat. Ia dan keponakannya terlihat sangat terpukul dengan kejadian itu.
Sementara petugas identifikasi Polres Kediri bersama Polsek Kandat masih melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan saksi serta melakukan olah TKP . Polisi memeriksa satu per satu kemungkinan adanya bukti yang dapat mengarah ke pelaku perampokan.
"Ini masih kita lakukan penyelidikan, kita amankan bukti-bukti yang ada," kata AKP Slamet TD, Kapolsek Kandat di lokasi kejadian. (fat/fat)











































