Buku Bersampul Burung Garuda Menari dan Anak Telanjang Dada Beredar di Sekolah

Buku Bersampul Burung Garuda Menari dan Anak Telanjang Dada Beredar di Sekolah

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kamis, 11 Agu 2016 15:50 WIB
Buku Bersampul Burung Garuda Menari dan Anak Telanjang Dada Beredar di Sekolah
Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Buku modul acuan siswa terampil (Master) dengan sampul bergambar Burung Garuda menari dan anak telanjang dada, beredar di SMK Islam Walisongo, Desa Brangkal, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Beredarnya buku penunjang untuk mata pelajaran Kewarganegaraan itu diprotes para siswa lantaran melecehkan lambang negara dan berbau pornografi.

Kedua macam buku tersebut sejauh ini baru ditemukanberedardikalangansiswaSMKIslamWalisongo. Yang dianggap melecehkan lambang negara adalah bagian sampul buku penunjang mata pelajaran Kewarganegaraan untuk kelas XI semester gasal.
Buku Bersampul Burung Garuda Menari


Terlihat lambang negara burung Garuda yang seharusnya berdiri tegak dengan kepala menoleh ke kanan, justru digambarkan seakan sedang menari. Sayap kiri burung Garuda tersebut terangkat ke atas, sedangkan sayap kiri condong ke bawah. Kedua kaki burung garuda tersebut mencengkeram tongkat dengan bendera merah putih.

"Burung Garudanya menari, harusnya Burung Garuda tegak, kepalanya menoleh ke kanan, ini sayapnya seperti sedang menari. Jelas melecehkan lambang negara kita," kata salah seorang siswa kelas XI SMK Islam Walisongo, Putra Setiawan, Kamis (11/8/2016).

Putra menjelaskan, buku tersebut baru dia terima Senin (8/8). Pihak sekolah menjual buku yang diterbitkan Tim Aviva di Jalan Candi Sari, Mojayan, Klaten, Jawa Tengah itu Rp 6.500 per buku. Kendati begitu, sampai saat ini buku tersebut masih dipakai para siswa kelas XI di sekolah swasta itu.

"Awal dikasih wali kelas saya tidak sadar, kemudian pas ngobrol sama teman-teman, kok gambar Burung Garudanya menari, akhirnya kami sampaikan ke guru soal ini supaya diganti," ujarnya.

Bahkan, lanjut Putra, saat kelas X semester genap tahun lalu, dirinya menerimabukuMaster dari penerbit yang sama yang memuat pornografi. Sampul buku penunjang untuk mapel Kewarganegaraan itu memperlihatkan foto tiga bocah telanjang dada yang sedang mengibarkan bendera pusaka di sebuah air terjun.
Buku Bersampul Burung Garuda Menari


Sementara Kepala Sekolah SMK Islam Walisongo Sucahyo Muji Raharjo menuturkan, setelah menerima protes para siswa, dirinya telah melaporkan persoalan ini ke tim Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) swasta. Hanya saja, sampai saat ini belum ditanggapi.

"Saya kira ini melecehkan lambang negara. Apalagi di dunia pendidikan. Kalau tak boleh beredar ya kami tarik," tandasnya.

SMK Islam Walisongo hanya mempunyai 45 siswa. Dengan rincian 15 siswa kelas X, 16 siswa kelas XI, dan 14 siswa kelas XII. (fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini