Lambang dan Sila Pancasila di Buku Pelajaran Tak Sesuai, Wali Murid di Jember Protes

Yakub Mulyono - detikNews
Minggu, 07 Agu 2016 17:05 WIB
Halaman yang salah yang memuat ketidakcocokan lambang dan sila pancasila (Foto: Yakub Mulyono)
Jember - Sejumlah wali murid kelas IV SDN Mangli 01, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, mengaku resah dengan beredarnya buku pelajaran yang dinilai menyesatkan. Pada salah satu halaman buku tersebut menyebutkan sila-sila Pancasila yang tidak sesuai tanda gambar.

"Pada gambar pohon beringin ditunjukkan sebagai sila ke-2, kemudian pada gambar rantai disebutkan sebagai sila ke-3. Padi dan kapas sila ke-4 dan kepala banteng sila ke-5. Ini kan salah semua?," terang salah seorang walimurid, Didin, Minggu (7/8/2016).

Menurut Didin, buku yang memuat kesalahan itu adalah Tematik kelas 4 buku 1 Tema Indahnya Kebersamaan. Penerbitnya adalah CV Merah putih. Pada halaman 13, terdapat lima gambar lambang yang terdapat di dada burung Garuda. Pada sisi samping gambar itu, ada kotak isian di mana siswa diberi tugas menulis isi kalimat masing - masing sila beserta maknanya.

Nah, di sinilah kesalahan itu terjadi. Sebab pada kotak isian terdapat tanda panah yang mengarah pada gambar yang tidak sesuai dengan sila yang disebutkan. Misalnya, sila ke-2 mengarah ke tanda gambar pohon beringin.

"Kan sila ke-2 itu seharusnya gambarnya rantai. Sedangkan untuk (gambar) pohon beringin, kita semua tahu itu sila ke-3," tukas Didin.

Kesalahan itu terus beruntut hingga sila ke-5, yang pada tanda panah mengarah ke gambar kepala banteng. Padahal seharusnya mengarah ke gambar padi dan kapas. "Jadi yang benar hanya sila pertama karena arah panahnya menunjuk ke ganbar bintang. Yang lainnya salah semua," kata Didin.

Dia menilai kesalahan itu sangat fatal karena bisa menyesatkan pemahaman siswa. Misalnya, siswa akan menilai kalimat Persatuan Indonesia ada pada gambar Rantai. Padahal yang benar ada pada gambar pohon beringin. "Apalagi ini kan anak SD, yang mereka baru mengenal Pancasila," tambahnya.

Didin meminta pihak sekolah segera menarik kembali buku yang dinilai menyesatkan siswa itu. Apalagi di buku itu juga tidak disebutkan alamat penerbitnya. "Kami beli dari sekolah harganya sembilan ribu rupiah. Kami minta buku itu ditarik kembali," kata Didin.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Subadri mengaku belum mendapat laporan terkait peredaran buku tersebut. Namun pihaknya berjanji akan melakukan pengecekan.

"Tolong anda kirim foto bukunya dan halamannya. Nanti saya tanyakan ke Kabid saya," kata Subadri. (iwd/iwd)