ExxonMobil bersama dengan Kantor ESDM, BLH serta didampingi Kapolres dan Wakapolres Bojonegoro melakukan rapat Koordinasi membahas tuntutan warga Desa Mojodelik.
"Setelah Unras tadi Exxon Mobil rapat koordinasi dengan ESDM dan BLH membahas tuntutan warga untuk mencari solusi," terang Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro kepada detik.com Minggu (06/8/2016).
Sementara itu, ExxonMobil menghargai penyampaian aspirasi dan informasi dari masyarakat melalui dialog dan cara damai. Dalam beroperasi EMCL selalu mengikuti aturan dan ketentuan yang berlaku.
"EMCL saat ini masih dalam tahap start up dan commissioning. Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan kegiatan operasi kami berjalan dengan aman dan efisien. " terang Rexy Perwakilan Humas Exxon Mobil.
Aksi unjuk rasa warga Mojodelik yang merupakan daerah yang berada di ring 1 lokasi operasinya sumur minyak di lapangan blok cepu akan terus dilakukan selama aspirasi warga belum terpenuhi.
Aksi yang diikuti sekitar 800 orang yang kebanyakan ibu-ibu dan pemuda desa setempat sempat memacetkan arus lalu lintas di sekitar flyover. Karena banyaknya rombongan massa dengan menggunakan truk berhenti untuk berorasi.
Aksi unjuk rasa warga dipicu karena flare milik ExxonMobile dianggap mengganggu aktivitas warga karena suara bisingnya. Selain itu, suhu panas yang ditimbulkan juga membuat lahan pertanian menjadi tak produktif. (iwd/iwd)











































