Saat ini, Dinas Pertanian tengah mengurangi import benih buah kiwi, benih kubis dan sejumlah variant bunga yang sulit untuk dikembangkan. Meskipun lokasi budidayanya tinggi dan mendukung, namun tetap saja tidak menghasilkan.
Untuk itulah Pemprov Jatim melalui Dinas Pertanian meningkatkan penelitian dan riset serta Pengembangan benih yang masih diimport melalui balai penelitian sayur dan balai penelitian buah di sejumlah daerah di Jawa Timur.
"Memang masih ada kendala dalam proses pengembangan dan penelitian benih, tapi kami terus berusaha untuk sejumlah benih hortiluktur agar berhasil berkembang di Jatim, terbukti cabai, sawi sudah cukup mengembirakan hasilnya" jelas Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Ahmad Nurfalaki saat menghadiri press conference bersama PT BISI International dalam acara National & International Farm Field Day Di Desa Tulungrejo, Kec Pare, Kabupaten Kediri, Selasa (2/8/2016).
Dalam kesempatan tersebut, PT BISI International Tbk (BISI) salah satu Perusahaan Agribisnis di Indonesia yang sejak awal berdiri di tahun 1983 silam telah mengembangkan berbagai macam jenis produk benih yang mengedepankan proses riset. Terbukti, pada tahun ini BISI kembali melakukan terobosan dengan melakukan eksport benih cabai, ketimun dan semangka kesejumlah negara Asia
Jaya Kumar, salah seorang Costumer dari India yang ikut hadir bersama dengan 100 orang lainnnya dari China, Philipina , Thailand dan Vietnam dalam acara . "Di BISI, dia dapat menjawab tantangan dan keinginan orang India sehingga hasil panen benih dari BISI memuaskan di India," ujar Kumar.
Kesempatan yang sama juga diutarakan oleh Kurniawan Wibowo, selaku International Product Develpment Manager BISI. Sampai tahun kedepan, target penjualan sebesar Rp 68,5 miliar, dengan jumlah benih 230 ton dari berbagi jenis produk.
"Produk utama andalan BISI adalah cabe, untuk satu tahun ada sekitar 10 ton, untuk India 9 ton. Timun juga 10 ton, 8 ton kita ekspor ke India. Produk lain ada semangka non biji kita ekspor ke Cina sekitar 2 ton," kata Kurniawan. (bdh/bdh)











































