"Penambahan alutsista 8 unit Ranpur RM-70 MLRS Vampire ini untuk pemenuhan kekuatan Marinir. Khususnya kemampuan artileri medan dari laut ke darat," kata Laksamana TNI Ade Supandi.
Sebenarnya kebutuhan Korps Marinir terhadap RM-70 MLRS Vampire adalah sebanyak 36 unit. Namun untuk sementara yang dapat direalisasikan tahun ini baru sebanyak 8 unit. Sementara sisanya akan diajukan kembali pada anggaran berikutnya. Sebelum mendapat tambahan 8 unit RM-70 MLRS, Korps Marinir sudah memiliki 9 unit RM-70 Grad. Sehingga total seluruhnya yang dimiliki Korps MArinir mencapai 17 unit RM-70.
"Perbedaan 2 jenis RM-70 itu salah satunya pada faktor usia. RM-70 Grad dibeli sudah 10 tahun yang lalu. RM-70 MLRS Vampire ini serba digital dan canggih. Tapi untuk sesi latihan ini akan digunakan secara manual demi keamanan," tandas Laksamana Ade Supandi.
Serah terima RM-70 MLRS Kaliber 122 MM Vampire itu ditandai dengan penyerahan miniatur RM-70 MLRS 122 MM Vampire dari KSAL Laksamana Ade Supandi kepada Komandan Korps Marinir Brigjen TNI (Mar) R,M Trusuno. Acara serah terima dilakukan, setelah puluhan roket dari RM-70 MLRS Vampire ditembakkan ke sebuah sasaran di kawasan Hutan Baluran Situbondo sebagai uji coba.
Kegiatan uji fungsi RM-70 MLRS Vampire akan dilakukan hingga 5 Agustus mendatang. Kegiatan ini melibatkan 94 prajurit Korps Marinir TNI AL dari Batalyon Roket-1 dan Balalyon Roket-2 Marinir. Instruktur dari Republik Ceko akan memandu pelaksanaan uji fungsi RM-70 MLRS Kaliber 122 MM Vampire tersebut. Sejumlah petinggi Korps Marinir TNI AL turut meninjau pelaksanaan uji fungsi RM-70 MLRS Vampire.
Uji fungsi ini dilakukan setelah selesainya kepelatihan RM-70 MLRS 122 MM Vampire di Bumi Marinir Karangpilang, pada Juni lalu. Bahkan sudah dilanjutkan dengan pelatihan teori dan dilaksanakan pelatihan uji fungsi medan. (fat/fat)










































