Dua pelaku pembobolan adalah Trios Windoyo Putro (46), warga Jalan Kedung Tarukan dan Junaedi Ahmad (46), warga Batu. Sementara dua penadah adalah Nanang (51), warga Rungkut Lor dan Yogi (50), warga Jalan Kedung Tarukan.
"Yang kami tangkap dulu adalah Trios," ujar Kasat Resrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga kepada wartawan, Senin (1/8/2016).
Dari Trios, polisi dapat mengamankan Junaedi di Malang. Dari keterangan mereka berdua, barang itu dijual kepada Nanang. Nanang pun ditangkap. Kepada polisi, Nanang mengaku menjual barang itu ke Yogi yang dapat juga diamankan.
Dari rumah Yogi dapat disita enam unit LCD proyektor merk Epson, 18 unit LCD proyektor merk Benq, dan satu unit printer. Namun enam proyektor lain yang merupakan hasil curian hilang entah ke mana.
Polisi kini tengah fokus mencari empat pelaku lain. Empat pelaku ini adalah orang luar Surabaya yang sengaja diorder oleh Junaedi untuk membantu aksinya. Sebenarnya, sebelum menyasar SMPN 26, mereka melakukan aksinya di sebuah universitas di kawasan Benowo. Karena gagal, mereka mengalihkan aksinya di SMPN 26.
"Kami masih buru empat pelau yang belum tertangkap," tandas Shinto.
Pembobolan SMPN 26 terjadi pada 15 Juli 2016 lalu. Saat itu enam pelaku berhasil menjarah puluhan proyektor, safety boks, dan printer setelah mengikat dua petugas keamanan sekolah. (fat/iwd)











































