Saksi KCI Sebut Rumah Karaoke Sudah Bayar Royalti

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Senin, 01 Agu 2016 23:41 WIB
Saksi dari KCI saat bersaksi (Foto: Imam Wahyudiyanta)
Surabaya - Kasus dugaan pelanggaran hak cipta dengan pelapor Band Radja mengagendakan keterangan saksi dari Karya Cipta Indonesia (KCI). KCI adalah lembaga yang mengurusi royalti sebuah lagu.

Saksi dari KCI adalah Darma Oratmangun. Kepada majelis hakim Darma mengatakan bahwa saat Radja melaporkan kasus ini, belum ada lembaga yang menaungi persoalan yang kini dipermasalahkan tersebut.

"Kami hanya menangani masalah performing right (diumumkan) dan bukan mechanical right (penggandaan) seperti yang dipersoalkan," ujar Darma dalam persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (1/8/2016).

Untuk performing right, Darma mengatakan bahwa rumah karaoke Happy Puppy yang dilaporkan oleh Radja, telah membayar kewajibannya pada KCI. Namun untuk mechanical right, Darma mengaku itu bukanlah kewenangannya.

"Saat kasus ini dipersoalkan, belum ada lembaga yang mengurusi mechanical right. Lembaganya baru ada setelah UU hak cipta terbentuk, itu di tahun 2014," lanjut Darma.

Apakah ada lagu Radja yang belum dibayar Happy Puppy? Darma mengatakan tidak ada. Untuk lagu yang diklaim Radja belum dibayar royaltinya, Darma mengatakan bahwa lagu tersebut belum dibayar royaltinya karena belum didaftarkan ke KCI. Padahal dalam perjanjian antara KCI dengan Radja, ada kewajiban untuk segera mendaftarkan lagu-lagu mereka.

Kuasa hukum Happy Puppy Santoso Sahat Sidabuke mengatakan bahwa kliennya secara rutin telah membayarkan royalti ke KCI, tanpa pernah mangkir maupun ingkar. Itu menunjukkan, kata Sahat, bahwa kliennya telah mempunyai itikad baik sejak awal.

Sahat justru menuding bahwa Radja lah yang tak mempunyai itikad baik. Radja lah yang tak mendaftarkan lagunya namun merasa tetap harus mendapat royalti.

"Ini adalah upaya kriminalisasi oleh oknum anggota KCI. Dari 3.800 musisi, hanya dua yang meributkan masalah royalti. Dulu ada Deddy Dores yang oleh pengadilan tuntutannya ditolak," kata Sahat.

Kasus ini berawal saat Radja melaporkan lima rumah karaoke terkait dugaan kasus pelanggaran hak cipta. Rumah karaoke itu adalah NAV, Inul Vizta, Charlie Family, Happy Puppy, dan DIVA. Saat kasusnya tengah berproses, Ian Kasela dilaporkan ke Polda Jatim dengan tuduhan pemerasan. (fat/iwd)