"Kondisinya secara umum stabil, baik, dan sehat," ujar Humas RS Paru Elisabet Lidia kepada wartawan, Kamis (28/7/2016).
Saat dibawa ke RS Paru, kata Elisabet, kondisi bayi kurang bagus. Tubuhnya kuning yang menandakan sang bayi kurang cairan. Setelah diberi susu formula, tubuh bayi laki-laki itu mulai memerah.
"Panjang bayi 48 cm, berat badan 3,2 kg," kata Elisabet.
Bayi yang dilahirkan pada Senin (25/7/2016) itu dirawat di ruang bersalin. Seorang bidan secara bergantian merawat bayi yang dibuang tersebut.
Kapolsek Semampir Kompol Syukur meminta agar ruang tempat bayi dirawat dijaga. Karena dikhawatirkan ada orang yang berniat jahat hendak mengambil sang bayi.
"Kami sudah perintahkan agar ruang tempat bayi dijaga," ujar Syukur.
Bayi tersebut ditemukan oleh Tahijah di teras rumahnya di Jalan Petukangan I Kamis dini hari sekitar pukul 03.30 WIB. Bayi tersebut terbungkus selimut dan di dekatnya ada plastik. Di dalam plastik terdapat dot, diaper dan pakaian bayi.
Di dalam plastik juga ditemukan surat keterangan melahirkan. Di dalam surat keterangan melahirkan yang dikeluarkan RS dr Soewandhi dinyatakan bahwa si bayi lahir pada 25 Juli 2016 pukul 11.05 WIB.
Bayi tersebut merupakan anak ke-3 dari ibu bernama Sehriyan usia 28 tahun yang beralamat di Jalan Petukangan 6/25. Tidak ada nama ayah si bayi. Saat dilakukan pengecekan di alamat itu, polisi tidak mendapati nama Sehriyan. Polisi saat ini tengah menyelidiki kasus tersebut. (iwd/fat)










































