Mereka mulai merasakan lemas, mual, pusing bahkan ada yang muntah-muntah parah sejak Rabu (27/7) pagi kemarin, dan jumlahnya semakin malam bertambah banyak. Kejadian ini pun oleh pamong desa segera dilaporkan ke Polsek Wonotirto .
Menurut laporan Kapolsek Wonotirto, AKP Yudarso, begitu menerima laporan itu, sekitar pukul 22.00 wib petugas piket langsung mengevakuasi warga yang keracunan ke Klinik Tirta Husada dibantu petugas puskesmas, sambil mencatat data identitas mereka.
Dari data pagi ini, tercatat ada ada 26 laki-laki dan 6 perempuan, yang menjadi korban keracunan massal.
![]() |
Mereka ini merupakan sebagian warga yang menghadiri acara tahlilan di rumah Tarni (50) pada Selasa (26/7). Setelah menyantap hidangan soto ayam yang disediakan tuan rumah. Besok paginya beberapa diantara warga mulai merasakan pusing dan mual.
"Kami sudah amankan beberapa makanan sisa yang dikonsumsi warga saat acara tahlilan itu. Tidak hanya soto ayam tapi juga makanan lain yang dihidangkan di acara itu. Masih kami dalami apakah ada unsur kengajaan atau murni musibah dari kasus keracunan massal ini," kata Kapolres Blitar AKBP Slamet Waloya
Sementara, kondisi sebagian besar warga pagi ini sudah mulai membaik meski masih terpasang infus di tangan semua korban. Mereka sudah tidak mengalami diare dan muntah berat. (bdh/bdh)












































