Tas Eceng Gondok Souvenir Prepcom 3 Hasil Produk UMKM Kebraon

Tas Eceng Gondok Souvenir Prepcom 3 Hasil Produk UMKM Kebraon

Rois Jajeli - detikNews
Rabu, 27 Jul 2016 14:38 WIB
Tas Eceng Gondok Souvenir Prepcom 3 Hasil Produk UMKM Kebraon
Tas Eceng Gondok/Foto: Rois Jajeli
Surabaya - Tas cantik berbahan baku eceng gondok hasil olahan pengrajin warga Kebraon Kecamatan Karangpilang Kota Surabaya, menjadi souvenir utama peserta Preparatory Committee (PrepCom) 3 for Habitat III.

Eceng gondok yang tumbuh liar di beberapa waduk di kawasan Wiyung dan Karangpilang, dimanfaatkan Supardi (49) warga Kebraon Indah Permai Blok C/46, diolah menjadi tas cantik dan menarik perhatian Wali Kota Surabaya.

"Memang ada permintaan dari Bu Risma. Bu Risma minta tasnya ada ciri khas, ada sulamannya. Kedua, Bu Risma minta map bisa masuk di tas ini," kata Supardi kepada detikcom, Rabu (27/7/2016).

Pemkot Surabaya sudah memesan tas eceng gondok sejak setahun lalu atau Agustus 2015. Katanya, sebanyak 4.000 lebih tas itu akan dijadikan souvenir utama peserta PrepCom 3 di Surabaya pada Tahun 2016.

Supardi pun langsung menggenjot produksi tas eceng gondok. Per minggu membubutuhkan bahan baku eceng gondok sebanyak 3 kwintal. Supardi mengaku tidak bisa mengerjakan bersama istrinya, untuk memproduksi tas sebanyak 30-40 unit per hari.

"Kalau di rumah ini nggak muat. Untuk mengerjakan tas ini total seluruhnya melibatkan 70 orang. Dari tetangga sini juga ada dari Kebraon, Bangkingan, Jeruk, Lakarsantri," tuturnya.

Ia menerangkan, setiap tas membutuhkan sekitar 1,5 kg eceng gondok kering. Eceng gondok itu diambil warga sekitar waduk di kawasan Wiyung dan Karangpilang. Untuk pembuatan 1 unit tas, membutuhkan tenaga kerja 8 orang.

Tahapan pembuatan tas itu meliputi pengambilan eceng gondok di waduk dan dikeringkan. Setelah kering, eceng gondok ini dianyam dan dipola hingga terbentuk menjadi tas. Kemudian di sulam dibagian depan tas.

"Penyulaman ini yang membutuh tenaga banyak. Pengerjaan di rumah-rumah warga, tapi ada pegawai saya mengawasinya mendatangi dari satu rumah ke rumah lainnya," ujarnya.

Setelah terpola menjadi tas, ada pembagian pemotongan handel. Kemudian menjalin daleman dan pemasangan dalamen ke tas eceng. Di bagian finishing, tas dimilamin dan dikeringkan.

"Alhamdulillah bisa memenuhi sesuai permintaan Pemkot Surabaya untuk souvenir," tandasnya. (roi/fat)
Berita Terkait