"Pemerintah harus serius menuju hal itu, dan kita juga paham 70% kontribusi kota adalah untuk mengurangi gas rumah kaca dan itu penting sekali yang terkait dengan agenda perubahan iklim," kata Executive Director of the United Nations Human Settlements Programme (UN-Habitat) Joan Clos di Grand City Convention & Exhibitoan Hall (Convex) Surabaya, Senin (25/7/2016).
Selain membahas isu pemukiman, Joan Clos juga membahas pertumbuhan ekonomi dunia dan proses uransiasi dan lahan urbanisasi. "Ini adalah sebuah tantangan kita buat sebagai new urban agenda yang kita buat bersama dan negara negara anggota sudah paham mengenai new urban agenda ini dan kita ingin membuat lokalisasinya Sustainable Development Goal," ungkap dia.
Ia mengungkapkan dalam 20 tahun ini kondisinya menurun dibandingkan 20 tahun lalu. Menurutnya, 80% pertumbuhan yang direncakan diperkotaan dan 20% tidak direncanakan.
"2015 kita sampai ke tingkat yang direncanakan untuk perembangan di wilayah kota dan 50% tidak direncanakan. Urbaninsasi ini sangat meningkat cepat apalagi di negara2 berkembang karena pemerintah tidak dapat merencanakan terjadinya urbanisasi lebih awal," imbuh Joan Clos.
Joan juga mencontohkan Kota Surabaya yang mengalami perkembangan yang sangat baik. Namun, ia akan terus melihat pertumbuhan perkotaaan menjadi lebih baik yang tidak spontan serta tidak terencana.
"Yang dimaksudkan adalah baik dengan spontanistas, karena dalam hal ini banyak melakukan tanpa perencanaan, tanpa ada akses jalan dan plot yang dibuat dengan baik, ini yg disebut evolusi dramatis yang sudah berlangsung selama 20 tahun," pungkas dia.
Rapat persiapan konferensi habitat ke tiga ini, diprakarsai oleh UN Habibat yang merupakan sayap organisasi PBB dan bergerak di bidang permukiman dan pembangunan kota berkelanjutan. Nantinya hasil dari Prepcom3 di Surabaya akan dibawa ke konferensi UN Habitat di Ekuador.
Konferensi UN Habitat ini, diprakarsai oleh PBB dan dilakukan rutin setiap 20 tahunan untuk membahas isu - isu lingkungan perumahan, permukiman dan perkotaan, untuk menghasilkan suatu kesepakatan yang bersifat global.
Konferensi UN Habitat telah diselenggarakan sebanyak dua kali yaitu, pada tahun 1976 dan tahun 1996, dan nanti pada tahun 2016 akan diselenggarakan di Equador. (ze/bdh)











































