Penonaktifan saat itu disebabkan jumlah antara dosen dan mahasiswa yang tidak sebanding. Namun, tahun ini UNP terus melakukan pembenahan hingga akhirnya kembali dinyatakan aktif, 9 November 2015 melalui pengumuman terbuka di website milik Dikti.
"Kita terus melakukan pembenahan. Mulai dari perbaikan manajemen kampus hingga penambahan dosen atau tenaga pengajar," kata Rektor UNP Kediri, Sulistyono kepada wartawan di kantornya, Sabtu (23/7/2016).
Kali ini, jelas dia, 1.800 mahasiswa akan diterima, dengan serangkaian proses penjaringan. Jumlah tersebut sudah sesusai dengan ratio dosen yang ada, karena pihak UNP sudah menambah 115 dosen baru. Sehingga dosen tetap yang dimiliki sebanyak 268 orang.
"Untuk mahasiswa lulusan kemarin ataupun calon mahasiswa baru, tak perlu lagi resah atau kuatir atas informasi yang beredar di media social terkait segala persoalan di UNO. Karena itu hanya info lama yang coba dimunculkan kembali. Sebenarnya semuanya sudah clear," pungkas rektor.
Tak ingin permasalahan tahun lalu terulang, pihak yayasan terus melakukan pengawasan atas perubahan kondisi hingga membaik.
"Fungsi kita (yayasan) adalah pengawasan dan control, kita juga memfaslitasi usaha usaha UNP yang kedepan untuk menjadi perguruan tinggi yang menjadi teladan," kata Pembina Yayasan UNP Kediri, Prof Sugiono.
Sementara perubahan-perubahan yang terus dilakukan mengantarkan UNP Kediri sebagai salah satu universitas percontohan bagi universitas-universitas bermasalah lainnya, yang dinobatkan oleh Dikti.
Dengan serangkaian perbaikan ini, pihak unp berharap masyarakat tak perlu lagi khawatir dengan stigma buruk yang selama ini melekat akibat permasalahan UNP tersebut.
(fat/fat)











































