Kapolsek Jombang Kota AKP Yudiono mengatakan, aksi penyerangan dengan cairan kimia itu terjadi di Balai Desa Jombang, Jumat (22/7/2016) siang. Baik Samadi maupun Purwati datang ke tempat itu untuk memecahkan persoalan asmara yang mereka hadapi.
Kepala Desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Jombang pun hadir sebagai mediator. Sementara Purwati mengajak serta cucunya, Arnita.
"Pelaku mau menjadikan saudara Purwati sebagai istri ke dua. Namun, si janda ini tidak mau. Dari pengakuan pelaku sudah habis (uang) banyak, tapi si janda ini punya laki-laki lain," kata Yudiono.
Namun, proses mediasi siang tadi tak mencapai titik temu. Samadi pun naik pitam dan menyerang Purwati saat keluar dari balai desa dengan menyemprotkan air accu. Perbuatan sopir angkot yang sudah mempunyai istri itu tergolong nekat lantaran dilakukan di hadapan tiga pilar desa.
"Serangan itu berhasil dihindari korban, namun mengenai cucunya (Arnita) yang saat itu diajak ke balai desa," terangnya.
Cairan kimia itu pun mengenai wajah Arnita. Akibatnya, korban mengeluh kepanasan pada pipi kiri, bibir dan tenggorokan. Yudiono menduga, Samadi telah merencanakan aksi nekatnya. Pasalnya, saat mediasi, pelaku sudah membawa air accu yang dikemas dalam botol air mineral.
"Pelaku sudah kami tangkap. Namun, kasus ini akan kami limpahkan ke Unit PPA (Polres Jombang) karena korban masih di bawah umur," ujarnya.
Sementara Purwati mengaku 1,5 tahun menjalin hubungan asmara dengan Samadi. Persoalan mulai muncul saat dirinya meminta dinikahi dengan syarat pelaku mau menceraikan istrinya.
"Saya minta tanggungjawab tapi dia tidak mau," sebutnya. (fat/fat)