Bantuan tersebyr berupa paket makanan tambahan gizi dan lauk pauk instan kepada 300 kepala keluarga yang menjadi korban banjir. Paket makanan ini terdiri dari sarden, bubur kacang ijo, bubur kacang merah dalam kaleng.
"Kita berikan mereka paket ini sebagai bantuan makanan tambahan instan yang bisa dimakan kapan saja," ujar Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko kepada sejumlah wartawan, Senin (18/7/2016).
Selain paket makanan, pemerintah juga mendirikan dapur umum untuk mencukupi kebutuhan makan warga yang terdampak banjir. Dapur umum ini ditempatkan di Balai Desa Wringinputih.
Setelah memberikan bantuan makanan, Wabup juga meninjau sungai setail dan SDN 2 Wringinputih, sekolah yang terdampak banjir kiriman ini.
"Untuk menangani banjir seperti ini tidak bisa dilakukan sendiri -sendiri harus ada kerja sama antara warga dan pemerintah. Sebagai imbauan kepada warga yang tinggal disekitar sungai agar hati-hati jika musim hujan mulai tiba. Seperti ini kan banjir kiriman yang tiba-tiba, jadi tidak bisa diantasipasi warga sebelumnya," ujar Wabup.
Ditambahkan Camat Muncar, Yusdi Irawan, banjir kiriman di Wringinputih ini terjadi karena lokasi tersebut berada didekat aliran sungai Setail yang bermuara ke pantai laut Muncar. Selain itu banjir rob yang mengakibatkan meluapnya air laut membuat air menggenangi Desa Wringinputih.
"Karena daya tampung sungai tidak mampu menampung derasnya air akibat hujan deras sekitar tiga jam, airnya meluap ke perkampungan warga," kata Yusdi.
Dikatakan Yusdi, dari bencana ini tidak ada korban jiwa. Hanya 246 rumah warga terendam air dengan debit 1 meter. Itupun sudah surut seiring redanya hujan. Sedangkan untuk material ada satu perahu selerek milik warga yang terbawa arus sungai. (bdh/bdh)











































