Sepasang bayi primata mungil yang juga dikenal dengan sebutan Cotton-Top Tamarin ini lahir pada Juli lalu dari induk Hanez (5 tahun) dan Riki (7 tahun) dengan masa kebuntingan 4-5 bulan. Saat dilahirkan, keduanya memiliki berat sekitar 450gr.
"Ini kelahiran Cotton-Top Tamarin yang pertama di Taman Safari Prigen. Tentunya sangat membanggakan karena ini termasuk satwa terancam punah," kata Manager Marketing Taman Safari Prigen, Idham Rustian Pribadi, Jumat (15/7/2016).
Sedikit berbeda dengan jenis primata lain dimana induk jantan biasanya hanya akan mengawasi anak-anak mereka dari kejauhan saja, kedua induk Tamarin Pinche baik jantan dan betina bisa bergantian mengasuh atau menggendong anak mereka.
"Kelahiran ini jadi hadiah lebaran bagi pengunjung Taman Safari Prigen. Yang lebih spesial, Ibu Lulis Irsyad Yusuf, istri Bupati Pasuruan, saat datang berkenan memberikan nama pada dua bayi Tamarin ini. Yang jantan diberi nama Bram yang betina Leia," terang Idham.
Untuk diketahui Tamarin Pinche merupakan salah satu jenis primata terkecil didunia dengan berat yang hanya mencapai sekitar 0.5 Kg. Bagian belakang satwa ini berwarna cokelat dan memiliki gigi taring lebih rendah dan lebih panjang dari gigi seri. Tamarin Pinche memiliki suara yang lembut dan terkadang terdengar seperti peluit. Berdasarkan penelitian, ada 38 jenis suara yang berbeda.
Di habitat aslinya wilayah Amerika Selatan, satwa ini hidup berkelompok terdiri sekitar 12-14 ekor. Jumlah satwa pemakan buah, serangga dan biji-bijian ini di alam bebas kini semakin menyusut hanya tinggal ± 6.000 ekor.
(fat/fat)











































