Warga Surabaya Diharap Berperan Aktif Saat Prepcom III UN Habitat

Warga Surabaya Diharap Berperan Aktif Saat Prepcom III UN Habitat

Zaenal Effendi - detikNews
Kamis, 14 Jul 2016 16:48 WIB
Surabaya - Konferensi pemukiman untuk perkotaan antar negara PBB atau Preparatory Committe (Prepcom) III for Habitat III yang akan digelar di Surabaya, diharapkan warga ikut berperan aktif demi suksesnya even yang digelar 25-27 Juli mendatang.

Pakar Tata Kota Prof Johan Silas mengatakan, Prepcom III merupakan ajang promosi yang bisa jadi tidak akan terulang lagi di Surabaya di tahun-tahun mendatang. Karena itu, warga harus ikut mempromosikan potensi serta segala pesona yang ada Kota Surabaya, seperti heritage kampung, kuliner dan juga produk UKM.

"Kita sudah punya modal yang bagus, tinggal masyarakatnya yang mengimbangi. Warga harus berperilaku yang sebaik-baiknya. Seperti kalau ada tamu yang beli barang, jangan di mahal-mahalkan. Atau kalau naik taksi, jangan diputar-putarkan," tegas Johan Silas saat media gathering di ruang ATCS, Lantai VI kantor Pemkot Surabaya, Kamis (14/7/2016).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya, Wiwiek Widayati membenarkan digelarnya agenda Prepcom III di Surabaya merupakan kesempatan emas bagi warga Surabaya. Momentum tersebut harus bisa ditangkap oleh warga Kota Surabaya.

"Peluang ini harus diambil oleh semua orang. Masyarakat kita punya keramahan. Hospitality itu yang kita harapkan dimunculkan warga ketika menyambut ribuan tamu," ujarnya.

Wiwiek mengungkapkan, ada banyak potensi di Kota Surabaya yang bisa dipromosikan. Meski tidak dianugerahi potensi yang bersifat alam. Namun, Surabaya punya keunikan dalam sosial budaya.

"Potensi yang kita punya akan kita kemas untuk disajikan kepada mereka. Kesiapan kita tidak hanya merancang kegiatan, tetapi juga kesiapan masyarakat. Kita akan tunjukkan bahwa Surabaya mampu meng-handle event bertaraf internasional. Dan itu bisa jadi modal bagi kita ke depan," ungkap Wiwiek.

Sementara Kabid Sarana dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko), Gde AA Dwija mengatakan, sebagai tuan rumah, Surabaya mengharapkan bisa mendapatkan multi player effect dari penyelenggaraan Prepcom III. Diantaranya okupansi hotel-hotel di Surabaya akan meningkat. Juga mal-mal dan restoran juga UKM warga akan ramai dikunjungi serta ada banyak tamu yang berbelanja untuk mencari oleh-oleh dan souvenir.

"Bu wali bilang manfaatkan betul event ini segala pesona yang ada di Surabaya. Tarian, kuliner juga produk-produk UKM yang bisa dipasarkan. Misal suatu saat tertarik sehingga diimpor ke negara mereka. Surabaya harus punya linkage tidak hanya di nasional tetapi juga internasional," ujarnya.

"Kita sebagai tuan rumah punya kesempatan untuk mempromosikan Surabaya baik sisi culture sehingga orang ingat Surabaya dan akan datang lagi sehingga investasi di Surabaya bisa naik," imbuh Dwija.

Menurut Dwija, agenda konfrensi permukiman di perkotaan atau Prepcom III di Surabaya akan sangat penting dalam menuju United Nation Habitat III di Quito pada Oktober nanti. Sebab, di Quito itu sekadar deklarasi saja. "Tapi materi nya digodok di Surabaya. Nah, etalase bagaimana mewujudkan permukiman itu bisa dilihat di Surabaya. Penyusunan new urban agenda bisa dilihat di Surabaya," pungkas dia. (ze/fat)
Berita Terkait