Terlihat kondisi bangunan utama yang terdiri dari dua lantai hampir 80 persen kondisi hangus beserta stand dan barang dagangan terbakar tidak tersisa.
"Ini sekitar lebih 900 stand habis dilalap api, semalam warga langsung saya pimpin buat satgas untuk membantu warga sini yang jualan di pasar ini mencari sisa-sisa barang yang mungkin masih bisa dimanfaatkan," kata Jito Baskoro, Lurah Sukorejo saat ditemui wartawan, Rabu (13/7/2016).
![]() |
Kebakaran yang berlangsung sejak pukul 16.30 wib, Selasa (11/7/2016) baru berhasil benar-benar padam pada pukul 22.00 wib oleh 10 unit Damkar yang didatangkan 3 unit dari Tulungagung dan 2 unit dari Kediri. Sedangkan 5 unit dari Damkar Penkot Blitar sendiri.
Sementara police line sejak pukul 04.00 wib sudah dipasang untuk mengamankan kondisi pasar. Tampak satu satuan setingkat kompi dari Polresta Blitar berjaga mengelilingi areal pasar, dari depan sampai belakang.
Sementara satu unit mobil Damkar masih berada di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan apapun yang bisa terjadi.
"Police line kami pasang memutar pasar, penjaga juga kami tempatkan memutar biar kondisi keamanan tetap kondusif dan kami maksimalkan penjagaan supaya tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi ini," kata Kabag Op Polresta Blitar, Kompol Heru Nur Hidayat saat ditemui wartawan di lokasi.
Pengamatan detikcom pagi ini, Pasar Legi tampak sangat sepi, karena memang praktis tidak ada barang dagangan yang bisa diselamatkan, terutama stand yang berada di bangunan induk Pasar Legi.
Sementara stand- stand di blok kanan dan kiri pasar juga diwajibkan tutup sampai waktu yang tidak terbatas.
![]() |
Rencananya, pagi ini Walikota beserta jajaran legislatif Kota Blitar akan langsung meninjau lokasi dan membentuk tim khusus untuk penanganan masalah ini.
"Biar apinya bener-bener padam dulu, baru kita bisa mikir solusi tercepat biar para pedagang bisa segera jualan lagi," pungkas Wawali Kota Blitar, Susanto ditemui usai apel pagi di halaman Kantor Pemkot Blitar. (bdh/bdh)













































