Penipuan Berkedok Dukun Sakti Pengganda Uang Makan Korban di Banyuwangi

Ardian Fanani - detikNews
Senin, 04 Jul 2016 10:56 WIB
Foto: Ardian Fanani
Surabaya - SP (52) nekat menyaru sebagai dukun sakti yang bisa menggandakan uang. Namun aksinya itu membuatnya melainkan harus mendekam di ruang tahanan Polsek Kota Banyuwangi.

Warga Dusun Watu Ulo, Desa Rejosari, Kecamatan Glagah ini berdalih nekat berbuat kejahatan itu lantaran terdesak kebutuhan untuk lebaran.

SP ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik melakukan serangkaian pemeriksaan. Penetapan status itu dikuatkan alat bukti uang mainan.

Penangkapan SP bermula dari laporan korban, Ridwan (60), warga Jalan Ambon No. 13, Kelurahan Kalipuro, Kecamatan Kalipuro. Ia rela menyerahlan uang tunai Rp 8,5 juta agar jumlahnya menjadi ganda berlipat-lipat seperti yang dijanjikan.

Alih-alih bertambah, uang milik korban tersebut malah amblas dihabiskan SP yang mengaku dukun sakti itu.

Modus penipuan berkedok penggandaan uang ini dilakoni SP tidak seorang diri. Nama MH (62), diakui tersangka sebagai mitra dalam mengembangkan kedok penipuan meraih kekayaan dalam tempo cepat.

"Ada satu lagi, MH saat ini kita tetapkan DPO," kata Kapolsek Banyuwangi AKP I Ketut Redana, kepada detikcom, Senin (4/7/2016).

MH, kata Kapolsek Ketut, berperan sebagai pencari mangsa. Selain itu dia juga menyediakan tempat untuk menggelar praktek perdukunan palsu penggandaan uang.

"Dia juga ikut menyiapkan perlengkapan dalam proses ritual," katanya.

Hampir seluruh kedok penipuan yang dijalankan SP berlangsung di kediaman MH. Menurut AKP I Ketut Redana, selama dua minggu korban menunggu uangnya berlipat ganda.

Rentang waktu tunggunya lama karena harus dijalankan ritual khusus. Sialnya harapan baik itu justru berbalik menjadi celaka.

"Setelah kotak yang kata si dukun berisi uang berlipat dibuka, ternyata cuma berisi uang mainan. Jumlahnya memang setengah miliar. Tapi uang itu tak bisa dibelanjakan," bebernya lagi.

Informasi yang diterima aparat, modus perdukunan dengan kedok penggandaan uang yang dilakoni pelaku tak memakan satu korban. Ada nama lain yang kabarnya juga tertimpa apes oleh ulah SP.

"Mohon hati-hati. Jangan mudah tertipu dengan iming-iming atau janji bisa menggandakan uang. Itu hanya kedok penipuan yang telah menelan banyak korban," pungkas kapolsek.

(ugik/ugik)