Tak Kebagian Tiket, Pemudik dari Sapeken Terlantar di Pelabuhan Tanjungwangi

Ardian Fanani - detikNews
Minggu, 03 Jul 2016 14:11 WIB
Pemudik dari Sapeken Terlantar /Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Ratusan pemudik asal Sapeken, Kepulauan Madura, tak bisa pulang ke kampung halaman. Mereka terlantar di Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi.

Pemicunya, mereka kehabisan tiket mudik gratis menggunakan kapal laut yang digelar Pemprov Jatim. Sementara Prima Nusantara 01, kapal yang mengangkut pemudik lainnya, sekitar pukul 09.00 WIB sudah berangkat membawa pemudik lain.

Mereka yang berjumlah sekitar 300 orang ini, sempat menggelar aksi protes kepada petugas pelabuhan agar bisa diangkut kapal. Namun, aksi itu tak membuahkan hasil. Para pemudik ini tetap tertahan di pelabuhan.

Ketegangan terjadi ketika penumpang yang mengantongi tiket mulai masuk kapal. Kapal ini ternyata hanya dijatah 150 penumpang. Imbasnya, penumpang yang tak kebagian tiket berusaha merangsek masuk. Petugas langsung memblokir pintu dermaga.

"Saya sudah 5 hari menunggu di sini (Tanjungwangi-red), biayanya membengkak. Tapi, tiket mudik gratis sudah habis, padahal Lebaran sudah dekat," keluh Zaenudin, salah satu pemudik kepada detikcom, Minggu (3/7/2016).

Dia mengaku sudah empat hari di Tanjungwangi bersama empat keluarga. Bahkan salah satu anaknya sudah mulai sakit lantaran tidur di emperan terminal pelabuhan.

"Anak saya sakit. Ya mau gimana lagi tidur di emperan pakai koran. Ini kita harus menunggu lagi. Berapa hari lagi?" pungkas Zaenudin.

Keluhan serupa diungkapkan Robby, pemudik yang bekerja di Bali ini baru bisa libur sejak, Jumat (30/6) lalu. Namun, ketika tiba di Tanjungwangi, jatah tiket sudah habis. Parahnya, jadwal tiket untuk 5 Juli juga sudah ludes.

"Kok bisa ya tiket sudah habis duluan. Padahal, penumpang yang sudah dapat tiket tak terlalu banyak. Kami sebenarnya bukan mengejar mudik gratis, jika bayar juga nggak apa-apa, tapi armadanya tidak ada," keluh Robby

Gagal berangkat, para penumpang ini tetap bertahan di ruang tunggu pelabuhan. Mereka tidur di lantai lantaran biayanya pas-pasan. Kebanyakan para pemudik mengeluhkan layanan mudik gratis yang amburadul setiap tahun.

Sebab, armada terbatas, tak sebanding dengan jumlah pemudik. Yang disayangkan lagi, layanan tiket mudik gratis terkesan tak transparan. Bahkan, tiket yang idealnya dipakai tanggal 5, sudah ludes sejak tanggal 3 Juli.

Sementara itu, Kepala Seksi Tertib Pelayaran pada Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungwangi, Jatmiko, mengaku masih ada kapal lagi yang akan memberangkatkan para pemudik ke Sapeken, Madura. Namun tanggal pemberangkatan setelah hari H Lebaran.

"Kapasitas kapal hanya 150 orang itu sesuai dengan standart keselamatan kapal. Pemudik bisa menggunakan kapal setelah lebaran," pungkasnya. (fat/fat)