Kapal Jalapatih 2 ITS Siap Berlomba di Belanda

Kapal Jalapatih 2 ITS Siap Berlomba di Belanda

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Sabtu, 02 Jul 2016 21:00 WIB
Kapal Jalapatih 2 ITS Siap Berlomba di Belanda
10 Mahasiswa ITS ikut lomba di Belanda/Foto: Imam Wahyudiyanta
Surabaya - Bukan hanya tim mobil Sapu Angin ITS saja yang sedang berlomba di luar negeri (London). Dalam waktu yang hampir bersamaan, 10 mahasiswa dari jurusan Teknik Sistem Perkapalan ITS juga sedang berlomba dalam ajang Dutch Solar Challenge di Amsterdam, Belanda.

Sabtu (2/7/2016) siang waktu setempat, kapal bertenaga sinar matahari ini, sudah dinyatakan lolos dalam serangkaian tes sebelum beradu cepat dan bermanuver di kanal-kanal kota Amsterdam, Lemmer, Drachten, Grou, dan Leeuwarden, selama seminggu ke depan hingga tanggal 9 Juli 2016.

Sedikitnya ada 39 tim yang terdaftar dari 11 negara yang ikut dalam ajang lomba dua tahunan ini. ITS merupakan satu dari tiga tim yang berasal dari Asia, terdiri dari ITS, UI, dan satu tim dari Cina.

Sebelum race dimulai, semua tim diharuskan melewati tahap beberapa kualifikasi, meliputi swimming test bagi para pengemudi kapal, dimana tiap tim diperbolehkan mencalonkan empat driver, technical inspection, mechanical, and safety inspection, battery test, stabillity test dan terakhir sailing test.

"Saat ini kami sudah berhasil lolos semua tahap tersebut dan sudah diperbolehkan mengikuti lomba mulai besok," kata Sekar Adhaninggar, satu dari dua mahasiswi yang tergabung dalam tim dalam siaran pers yang diterima detikcom.

Kapal tim ITS di berinama Jalapatih 2 (Bahasa Jawa berarti penguasa perairan), sebagai kapal generasi kedua yang sebelumnya juga pernah ikut dalam lomba serupa. Terbuat dari carbon fiber sepanjang 6 meter dan digerakkan dengan baling-baling (propeller) sebesar 1,25 PK.

Kapal bertipe semi-trimaran dan berawak satu orang itu dilengkapi
dengan empat panel solar sel berukuran 80 x 160 cm yang dapat
menghasilkan energi maksimum seribu watt power yang digunakan untuk menggerakan propeller.

"Dua tahun lalu kami sudah ikut, hasilnya memang belum memuaskan.
Insya Allah tahun ini kami lebih siap dan belajar dari pengalaman sebelumnya dan melakukan penyesuaian-penyesuaian yang jauh lebih baik. Mohon doa restunya," kata Agus Santoso, dosen pembimbing yang ikut mendampingi di arena lomba.

Ditambahkan Sekar, untuk mengikuti lomba dua tahunan ini, tim sudah terbentuk sejak 2014. Kapal pun dibuat sendiri di laboratorium Motor Bakar.

"Mudah-mudahan persiapan yang lama ini bisa menghasilkan prestasi maksimal. Kami juga belajar dari pengalaman sebelumnya saat
mengikuti lomba serupa dua tahun lalu," tandas Sekar. (iwd/fat)
Berita Terkait