Rencana Pembangunan Bandara di Selatan Jatim Terkendala Red Zone

Rencana Pembangunan Bandara di Selatan Jatim Terkendala Red Zone

Rois Jajeli - detikNews
Sabtu, 02 Jul 2016 07:01 WIB
Rencana Pembangunan Bandara di Selatan Jatim Terkendala Red Zone
Bupati Trenggalek Emil E Dardak (Foto: Rachman Haryanto/detikFoto)
Surabaya - Pengembangan akses udara di wilayah eks karesidenan Kediri dan Madiun selama ini tidak terealisasi, karena terkendala dengan wilayah tersebut yang masuk red zone untuk pesawat militer TNI.

Bupati Trenggalek Emil E Dardak, salah satu bupati dari 8 kepala daerah di eks karesidenan tersebut, berharap TNI khususnya TNI AU bisa memberikan ruang untuk pengembangan akses udara, dengan mendirikan bandara udara di salah satu daerah itu.

"Memang masuk red zone. Tapi kami berharap, bagaimana caranya supaya dibuka akses udara, tapi kemudian tidak mematikan pertahanan udara. Misalnya TNI tetap sebagai pengatur navigasinya," kata Bupati Trenggalek, Sabtu (2/7/2016).

Ia menerangkan, wilayah selatan Jawa Timur saat ini dinilai sangat membutuhkan akses udara melalui bandar udara. Karena selama ini, sekitar 8 juta jiwa penduduk dari daerah eks karesidenan Madiun dan Kediri sangat jauh menjangkau ke bandara baik menuju ke Surabaya maupun ke Solo.

Dengan terbukanya akses udara, maka lalu lintas orang dari maupun ke luar eks karesidenan Kediri dan Madiun lebih mudah. "Dengan dibukanya akses udara, bisa menggerakan perekonomian daerah ini lebih baik," katanya.

"Ketersediaan akses menjadi penghambat utama pembangunan ekonomi di wilayah kami, dan menyebabkan kesenjangan yang besar dengan kawasan utara Jawa," ujarnya.

Ia mengatakan, jumlah tingkat kemiskinan di wilayah selatan Jawa Timur masih tinggi dibandingkan dengan wilayah utara. Misalnya di Kabupaten Trenggalek. Dari 800 ribu penduduk, kebutuhan kartu tidak mampu mencapai sekitar 270 ribu orang atau 30 persen penduduk miskin.

"Makanya diperlukan terobosan untuk mengurangi angka kemiskinan di wilayah selatan," terangnya.

(Baca juga: 8 Kepala Daerah Minta Pembangunan Bandara di Selatan Jatim Didukung Pusat)

"Kita berharap TNI tersentuh dan memberikan akses udara," tandasnya sambil menambahkan program pengembangan akses udara ini juga salah satu mewujudkan program Presiden Jokowi tentang Nawa Cita, Membangun dari daerah terluar dan pinggir merupakan janji pembangunan nasional yang membutuhkan tindakan afirmatif dari pemerintah RI," sambung Emil. (roi/hri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini