Pemberian sembako diharapkan meringankan beban warga yang harus melakukan bersih-bersih rumah pasca banjir.
"Saya tadi malam cek ke lapangan, berbuka bareng dengan warga. Jadi selain butuh makanan cepat saji, warga membutuhkan sembako untuk pasca banjir," kata Gus Irsyad, panggilan akrab bupati saat memantau dapur umum di pendopo, Jumat (1/7/2016).
Gus Irsyad memang sempat datang ke Desa Tambakrejo, Kecamatan Kraton, Kamis petang. Di salah satu desa terparah ini, ia memantau ketinggian air, rumah-rumah warga yang terendam dan menemui dan berbicara dengan para warga korban banjir. Ia kemudian berbuka bersama dengan warga di balai desa dengan nasi bungkus. Sambil santap buka, Gus Irsyad mencoba menghibur warga dengan guyonan-guyonan khasnya.
"Saya minta 14 ribu KK terdampak benar-benar menerima sembako. Itu hak mereka," tandasnya.
Kepala Disnakersostrans, Yoyok Heri Sucipto, mengatakan paket sembako dibagikan melalui kecamatan masing-masing. Pihaknya menyediakan 65 ton beras untuk warga.
"Ini bukan beras miskin, lain. Jatah beras untuk bencana di Bulog masih ada dan itu yang kita bagikan," kata Yoyok.
Selain membagika sembako, pihaknya bersama BPBD tetap akan menyalurkan nasi bungkus selama dibutuhkan. Banjir melanda 42 desa/kelurahan di 7 kecamatan, Kamis (30/6). Sebanyak 53.343 jiwa dari 14.259 kepala keluarga (KK) terdampak banjir. Saat ini banjir di sejumlah lolaksi sudah surut. (fat/fat)











































