Penggunaan Vaksin di Kota Malang Minim

Penggunaan Vaksin di Kota Malang Minim

Muhammad Aminudin - detikNews
Rabu, 29 Jun 2016 17:51 WIB
Malang - Jika saat ini ramai pemberitaan vaksin palsu, di Kota Malang jumlah balita tervaksin masih minim. Berdasarkan data Dinas Kesehatan tercatat hanya 23 kelurahan dari total 57 kelurahan yang masuk dalam kategori Universal Child Immunization (UCI) atau kelurahan yang angka imunisasinya rata dan benar.

Terkait beredarnya vaksin palsu juga berpotensi membuat keyakinan warga untuk mengimunisasi anaknya berkurang. Asih menyebut, Kota Malang masih aman dari penyebaran vaksin palsu. Setelah informasi keberadaan vaksin itu beredar, pihaknya sudah melakukan pengecekkan yang hasilnya tak menemukan vaksin palsu di seluruh rumah sakit dan klinik swasta.

"Sementara ini aman (vaksin palsu). Sudah kita survei di Melati Husada dan Hermina tidak ada (vaksin) yang palsu dan rumah sakit serta klinik di Kota Malang untuk imunisasi dasar banyak yang ambil dari Dinkes," kata Kepala Dinkes Kota Malang Asih Tri Rachmi, Rabu (29/6/2016).

Asih Tri Rachmi mengungkapkan, ada sejumlah faktor yang mempengaruhi rendahnya jumlah balita terimunisasi. Paling utama adalah pemahaman masyarakat yang masih kurang.

Menurut Asih, masih banyak warga di Kota Malang yang lebih memilih menghabiskan waktunya untuk mencari nafkah ketimbang membawa anaknya ke Posyandu.

"Pelayanan imunisasi sudah bisa didapatkan di puskesmas atau posyandu. Di Kota Malang, ada 15 puskesmas, 1 rumah sakit bersalin, dan 650 posyandu. Khusus posyandu lokasinya tersebar di seluruh RW (Rukun Warga)," ujar Asih kepada wartawan, Rabu (29/6/2016).

Untuk peningkatan penggunaan vaksin bagi balita, lanjut Asih, pihaknya sudah mengoptimalkan keberadaan kader posyandu. Di beberapa wilayah, para kader berperan cukup besar terhadap pertambahan jumlah balita yang terimunisasi. Mereka bertugas memberi pemahaman kepada warga yang masih enggan tentang pentingnya vaksin bagi balita.

Secara terpisah, Lurah Buring Agus Riwahyudi mengatakan, peran kader posyandu di kelurahannya mengambil peran penting terhadap peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya berimunisasi bagi balita. Kelurahan Buring termasuk kelurahan yang sudah masuk dalam kategori ICU.

"Kerja sama yang tepat antara kader posyandu dan RT serta RW, didukung kesadaran masyarakat untuk tahu pentingnya vaksin sudah meningkat," katanya terpisah.

Ditambahkan, di luar itu, karakteristik masyarakat juga dinilai berpengaruh dari sisi sosialisasi. Dirinya tak memungkiri, di wilayah Buring masih ada warga yang kukuh enggan mengimunisasikan anaknya karena berbagai alasan. "Biasanya hal itu disebabkan oleh tingkat pendidikan dan tradisi lama," ujar Agus.

Wilayah dengan tingkat imunisasi rendah adalah Kelurahan Tlogowaru, Lowokwaru, Sumbersari, Jatimulyo, Wonokoyo, Tulusrejo, Kedungkadang, dan Kota Lama. Sedangkan, wilayah telah tervaksin dengan benar atau ICU adalah Kelurahan Tunggulwulung, Sawojajar, Madyopuro, dan Lesanpuro. (fat/fat)
Berita Terkait